Menanggapi tekanan tersebut, pihak Teheran telah berulang kali menyatakan bahwa hak untuk mengembangkan energi nuklir demi tujuan damai adalah harga mati yang tidak bisa dinegosiasikan.
Mereka juga secara konsisten membantah tuduhan bahwa Iran sedang berupaya membuat senjata nuklir. Para pejabat tinggi Iran menolak mentah-mentah gagasan untuk menyerahkan uranium mereka yang sudah diperkaya kepada pihak Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan kecaman keras dengan menuduh Trump telah mengkhianati jalur diplomasi. Ia menegaskan bahwa tekanan militer dalam bentuk apa pun tidak akan pernah bisa memaksa Iran untuk memberikan konsesi.
Pernyataan senada juga disampaikan oleh kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang menegaskan bahwa Iran tidak akan berkompromi terkait segala hal yang menyangkut hak kedaulatan negaranya. *
Artikel Terkait
Iran Ajukan Proposal Baru ke AS: Tuntut Ganti Rugi hingga Penarikan Pasukan Amerika
Pakistan Isyaratkan Kemungkinan Pembicaraan Baru antara AS dan Iran di Islamabad
Dugaan Isi Kesepakatan AS dan Iran Bocor, Selat Hormuz Dibuka, Isu Program Nuklir Ditunda
Gedung Putih Klaim AS dan Iran Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata 60 Hari
Teheran Sebut Memorandum AS dan Iran Belum Final