SENAYANPOST - Iran menyatakan proposal perdamaian terbaru yang diajukan kepada Amerika Serikat mencakup sejumlah tuntutan utama, mulai dari penghentian konflik di kawasan hingga penarikan pasukan AS dari wilayah sekitar Iran.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan proposal tersebut juga mencakup permintaan kompensasi atas kerusakan akibat perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
"Proposal tersebut mencakup penghentian permusuhan di seluruh lini, termasuk Lebanon, penarikan pasukan AS dari kawasan dekat Iran, serta ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan perang," demikian laporan media pemerintah Iran, dikutip SenayanPost.com pada 19 Mei 2026 dari IRNA News Agency.
Selain itu, Teheran juga menuntut pencabutan sanksi ekonomi, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta pengakhiran blokade maritim Amerika Serikat terhadap negaranya.
Baca Juga: Di Tengah Kebuntuan Negosiasi AS dan Iran, Harga Minyak Tembus 110 Dolar per Barel
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai isi proposal terbaru Iran tidak jauh berbeda dari tawaran sebelumnya yang sempat ditolak Presiden AS Donald Trump dan disebutnya sebagai 'sampah'.
Trump pada Senin mengungkapkan bahwa dirinya menunda rencana dimulainya kembali serangan terhadap Iran setelah menerima proposal baru dari Teheran.
Ia mengklaim kini terdapat 'peluang yang sangat baik' untuk mencapai kesepakatan terkait pembatasan program nuklir Iran.
“Saya melihat ada peluang yang sangat bagus untuk mencapai kesepakatan. Jika itu bisa dilakukan tanpa membombardir mereka habis-habisan, saya akan sangat senang,” kata Trump kepada wartawan.
Hingga kini belum ada kepastian apakah persiapan serangan militer terhadap Iran benar-benar dihentikan atau hanya ditunda.
Baca Juga: Benjamin Netanyahu dan Donald Trump Bahas Iran di Tengah Laporan Persiapan Serangan Baru
Sebelumnya, Trump beberapa kali mengancam akan melancarkan serangan besar terhadap Iran sejak konflik pecah pada 28 Februari, namun berulang kali pula menunda langkah tersebut sambil menyatakan adanya kemajuan dalam jalur diplomasi.
Di tengah situasi tersebut, tekanan internasional terus meningkat agar jalur negosiasi berhasil membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis distribusi minyak dunia yang sempat terganggu akibat konflik.
Trump juga mengungkapkan bahwa para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab meminta dirinya menunda serangan terhadap Iran demi memberi ruang bagi tercapainya kesepakatan.
Artikel Terkait
Ancaman Krisis Energi, ASEAN Minta AS dan Iran Segera Hentikan Perang
Presiden AS Donald Trump Sebut Iran Hancur, Laporan CIA Justru Ungkap Hal Ini
Kementerian Pertahanan Iran: Angkatan Bersenjata Siap Hadapi Agresi Baru AS dan Israel
Benjamin Netanyahu dan Donald Trump Bahas Iran di Tengah Laporan Persiapan Serangan Baru
Di Tengah Kebuntuan Negosiasi AS dan Iran, Harga Minyak Tembus 110 Dolar per Barel