Netanyahu Sebut Kampanye Lawan Iran Belum Berakhir, Klaim Hancurkan Program Nuklir dan Rudal Teheran

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 12 April 2026 | 21:02 WIB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sebut operasi melawan Iran belum berakhir, klaim hancurkan program nuklir dan rudal. (X.com/@IsraeliPM)
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sebut operasi melawan Iran belum berakhir, klaim hancurkan program nuklir dan rudal. (X.com/@IsraeliPM)

SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu belum lama ini mengatakan bahwa operasi melawan Iran belum berakhir.

Pernyataan terbaru Netanyahu tersebut menuai kritik dari pihak oposisi, yang para pemimpinnya mengatakan perang tersebut gagal mencapai tujuan yang dinyatakan.

Netanyahu mengklaim dalam videonya bahwa propaganda Iran yang meremehkan pencapaian Israel digaungkan di media kita, dan propaganda dari rival politik kita digaungkan di Iran.

Menyoroti 'pencapaian bersejarah' Israel sejauh ini dan menggunakan peta Timur Tengah dengan poros Iran yang disorot merah sebagai alat peraga.

Baca Juga: UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

"Mereka ingin mencekik kita, dan kita mencekik mereka. Kita telah menyerang mereka, kita masih memiliki lebih banyak yang harus dilakukan," kata Netanyahu pada 12 April 2026, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.

Netanyahu mengatakan bahwa Israel 'telah menghancurkan penghalang rasa takut' dengan menyerang Iran Juni lalu.

Ia secara tidak langsung mengkritik badan intelijen Israel dan sekali lagi berusaha membebaskan dirinya dari kesalahan atas serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, menekankan bahwa pada Juni 2025.

"Kali ini, intelijen yang tepat sampai kepada saya tepat waktu," lanjutnya.

Perdana menteri mengatakan ia memutuskan untuk melancarkan perang kedua dengan Iran pada bulan Februari karena Republik Islam 'sangat dekat untuk mencapai senjata nuklir' dan untuk mendapatkan kemampuan memproduksi ribuan rudal.

Baca Juga: Laporan Intelijen AS Ungkap Setengah Peluncur Rudal Iran Masih Utuh, Ini Kata Gedung Putih

Jika Israel tidak menyerang Teheran, Netanyahu mengklaim Iran sudah memiliki senjata nuklir.

Ia mengutip intelijen tahun lalu bahwa Iran sedang bersiap untuk mengubah uranium yang diperkaya menjadi senjata nuklir.

"Saat kami menerima intelijen itu, kami langsung bertindak," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Times of Israel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X