SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Selasa mengatakan bahwa Iran tidak perlu menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri perang AS-Israel yang sedang berlangsung.
Dalam kesempatan itu, Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat kemungkinan akan mengakhiri perang dalam dua atau tiga minggu.
Gedung Putih kemudian mengumumkan bahwa Trump akan 'berpidato' pada Rabu malam pukul 9 malam waktu setempat untuk memberikan informasi terbaru tentang perang tersebut.
Trump juga menyatakan bahwa persediaan uranium yang diperkaya Iran yang masih ada sama sekali tidak mengkhawatirkannya karena terkubur di bawah tanah dan tidak dapat diakses, sementara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membanggakan bahwa Israel, selama konflik saat ini, telah 'menghancurkan' kemampuan Teheran untuk memproduksi senjata nuklir.
Pernyataan dari Trump dan Netanyahu tampaknya berpotensi membuka jalan bagi berakhirnya perang, bahkan ketika AS telah mengumpulkan pasukan untuk potensi operasi darat di Iran.
"Tidak, (Iran) tidak perlu membuat kesepakatan," kata Trump menanggapi pertanyaan wartawan di Gedung Putih pada 31 Maret 2026, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.
Kemudian ia mengumumkan akan 'berpidato' tentang perang tersebut pada hari Rabu pukul 9 malam waktu setempat.
"Ketika kita merasa bahwa mereka… telah kembali ke zaman batu dan tidak akan mampu menciptakan senjata nuklir, maka kita akan pergi, terlepas dari apakah kita memiliki kesepakatan atau tidak," ujarnya.
"Itu tidak relevan sekarang," tambahnya.
Baca Juga: Lanjutkan Diplomasi Asia Timur, Presiden Prabowo Subianto Tiba di Seoul
Trump mengklaim bahwa AS telah menghancurkan program nuklir Iran dalam serangan tahun lalu dan mengatakan sebelumnya pada hari Selasa bahwa ia tidak fokus pada persediaan uranium Iran, jadi tidak jelas apa lagi yang ingin dicapai Trump secara militer.
Juga masih belum jelas apakah Iran akan mengikuti langkah tersebut jika AS secara sepihak menghentikan tembakan.
"Mungkin kita akan memiliki kesepakatan karena mereka lebih ingin membuat kesepakatan daripada saya," tambah Trump.
Artikel Terkait
Rencana AS Lancarkan 'Pukulan Terakhir' untuk Iran, Donald Trump Desak Teheran Setujui Kesepakatan
Donald Trump Bantah 'Putus Asa' Kejar Kesepakatan Damai AS dengan Iran: Saya Tidak Peduli
Kedubes Iran Sampaikan Duka atas Gugurnya Pasukan Perdamaian Indonesia, Kecam Serangan terhadap UNIFIL
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Tukar Pandangan soal Konflik dan Stabilitas Kawasan
Parlemen Iran Setujui RUU Biaya Tol untuk Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Biayanya Capai Rp33,8 Miliar