MBG Ramai di Media Jepang, Jepang Bandingkan dengan Sistem Kyushoku

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Kamis, 20 November 2025 | 06:16 WIB
Rubrik dalam koran memuat artikel tentang program MBG yang diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Rubrik dalam koran memuat artikel tentang program MBG yang diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

SENAYANPOST - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi sorotan dunia. Setelah mendapat apresiasi saat dipresentasikan dalam Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB pada Oktober lalu, program ini kembali menarik perhatian setelah baru-baru ini diulas oleh surat kabar harian Jepang, Yomiuri Shimbun.

Pada edisi Senin, 17 November 2025, salah satu rubrik dalam koran tersebut memuat artikel tentang program MBG yang diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam artikel bertajuk “Makan Siang Sekolah – Tantangan Indonesia”, koran itu mengulas tujuan utama program MBG, yaitu meningkatkan status gizi anak-anak, ibu hamil, dan balita di Indonesia, serta mengatasi masalah stunting atau kekurangan gizi kronis.

Baca Juga: Terjemahan Lirik Lagu Cold Coffee, NCT Dream, Relate sama yang Sedang Patah Hati

“Di Indonesia, program makan siang sekolah (school lunch) mulai mendapatkan perhatian sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan anak serta mendukung proses belajar mereka. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi,” demikian tulisan koran berbahasa Jepang tersebut.

Menurut artikel itu, tantangan utama program ini adalah memastikan distribusi makanan bergizi dan tepat sasaran di seluruh wilayah, terutama di daerah pedesaan, serta menjaga keberlanjutan pendanaan.

“Di beberapa daerah, banyak sekolah dasar yang belum memiliki dapur khusus untuk menyediakan makanan bergizi. Oleh karena itu, makanan sering kali dibawa dari luar sekolah atau disiapkan di fasilitas sederhana,” tulisnya.

Baca Juga: Diresmikan Prabowo, RS Kardiologi Emirates–Indonesia Disebut Simbol Persahabatan RI–UEA

Artikel tersebut juga menyoroti peran pangan lokal dalam pelaksanaan MBG. Program ini disebut mendorong penggunaan bahan makanan yang bersumber dari petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil lokal untuk mendukung perekonomian daerah.

Tulisan itu turut membandingkan MBG dengan program serupa di Jepang. Artikel tersebut menyoroti sistem makan siang sekolah di Jepang (kyushoku) sebagai model yang terbukti berhasil dalam menjaga kesehatan, menanamkan kebiasaan makan yang baik, dan mempromosikan pendidikan gizi.

“Banyak pihak berharap program ini dapat berkembang seperti di Jepang, negara yang sudah lama dikenal memiliki sistem makan siang sekolah yang sangat baik,” tulisnya lagi.

Baca Juga: Densus 88 Ungkap Rekrutmen Teroris pada Anak Lewat Medsos dan Game Online, 110 Korban Disebut Terdampak

Artikel itu juga dilengkapi sejumlah foto dengan caption: Para murid sekolah dasar di Indonesia sedang menikmati makan siang bersama di kelas. Beberapa dari mereka memperlihatkan ekspresi senang terhadap makanan yang disajikan.

Ada juga foto lain dengan caption: “Di Indonesia, konsumsi sayur sangat penting untuk kesehatan anak. Upaya peningkatan gizi melalui makan siang sekolah terus dilakukan.” Dan foto lain dengan keterangan: Dapur tempat makan siang sekolah disiapkan. Para petugas bekerja untuk memasak makanan dalam jumlah besar setiap hari. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X