SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras menutup Perbatasan Rafah belum lama ini.
Bukan tanpa alasan, Netanyahu menuding Hamas terus-menerus melakukan pelanggaran gencatan senjata di Jalur Gaza.
Netanyahu menambahkan bahwa pembukaan kembali perlintasan tersebut akan bergantung pada penyerahan jenazah para sandera oleh Hamas karena kedua belah pihak terus saling tuding atas pelanggaran gencatan senjata.
Pernyataan Netanyahu muncul tak lama setelah Kedutaan Besar Palestina di Mesir mengumumkan bahwa perlintasan Rafah, pintu gerbang utama bagi warga Gaza untuk meninggalkan dan memasuki wilayah kantong tersebut, akan dibuka kembali pada hari Senin untuk masuk ke Gaza.
Pemerintah Netanyahu dan Hamas telah saling tuding atas pelanggaran gencatan senjata yang dimediasi AS selama berhari-hari.
Sabtu malam di Washington, Departemen Luar Negeri mengatakan telah menerima 'laporan kredibel yang menunjukkan pelanggaran gencatan senjata yang akan segera terjadi oleh Hamas terhadap rakyat Gaza'.
Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa serangan yang direncanakan terhadap warga sipil Palestina akan menjadi 'pelanggaran langsung dan berat terhadap perjanjian gencatan senjata'.
"Jika Hamas melanjutkan serangan ini, langkah-langkah akan diambil untuk melindungi rakyat Gaza dan menjaga integritas gencatan senjata," kata departemen tersebut dalam sebuah pernyataan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut pada 19 Oktober 2025, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Baca Juga: Pejabat Israel Sebut Gencatan Senjata di Gaza Butuh Waktu Lebih Lama, Ini Alasannya
Hamas pada hari Minggu membantah tuduhan "serangan yang akan segera terjadi" atau "pelanggaran" gencatan senjata.
Mereka menuduh otoritas Israel membentuk, mempersenjatai, dan mendanai "geng-geng kriminal" yang melakukan pembunuhan, penculikan, dan membantu penjarahan.
Kelompok militan Palestina tersebut mengatakan bahwa pasukan polisi di Gaza sedang menjalankan tugas mereka dengan mengejar geng-geng tersebut untuk meminta pertanggungjawaban mereka.
"Gerakan ini menyerukan kepada pemerintah AS untuk berhenti mengulangi narasi menyesatkan pendudukan," tambahnya.
Artikel Terkait
Seskab Teddy Bagikan Momen Presiden Prabowo Telepon Emir Qatar Usai Serangan Israel ke Doha, Bicarakan Hal Penting Ini
Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa Konfirmasi Perundingan Keamanan dengan Israel, Janjikan Hal Ini
Pasca Bashar Al Assad Tumbang, Israel Penjajah Masuk 38 Kilometer ke Suriah
Bukan Two State Solution, Pemimpin Tertinggi Iran Usulkan Ini untuk Selesaikan Konflik Israel dan Palestina
Qatar Jadi Tuan Rumah KTT Doha Bahas Israel dan Gaza, Ini Kata Wapres Gibran Rakabuming