Israel Penjajah Tuding Hamas Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata, Netanyahu Bersikeras Tutup Perbatasan Rafah

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 19 Oktober 2025 | 21:13 WIB
Israel penjajah baru-baru ini menuding Hamas melanggar kesepakatan gencatan senjata di Gaza, bakal tutup terus Perbatasan Rafah. (X.com/@IsraeliPM)
Israel penjajah baru-baru ini menuding Hamas melanggar kesepakatan gencatan senjata di Gaza, bakal tutup terus Perbatasan Rafah. (X.com/@IsraeliPM)

SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras menutup Perbatasan Rafah belum lama ini.

Bukan tanpa alasan, Netanyahu menuding Hamas terus-menerus melakukan pelanggaran gencatan senjata di Jalur Gaza

Netanyahu menambahkan bahwa pembukaan kembali perlintasan tersebut akan bergantung pada penyerahan jenazah para sandera oleh Hamas karena kedua belah pihak terus saling tuding atas pelanggaran gencatan senjata.

Pernyataan Netanyahu muncul tak lama setelah Kedutaan Besar Palestina di Mesir mengumumkan bahwa perlintasan Rafah, pintu gerbang utama bagi warga Gaza untuk meninggalkan dan memasuki wilayah kantong tersebut, akan dibuka kembali pada hari Senin untuk masuk ke Gaza.

Baca Juga: Hamas Setujui Proposal Gencatan Senjata di Gaza, Netanyahu Sebut Gerakan Perlawanan Palestina Melemah

Pemerintah Netanyahu dan Hamas telah saling tuding atas pelanggaran gencatan senjata yang dimediasi AS selama berhari-hari.

Sabtu malam di Washington, Departemen Luar Negeri mengatakan telah menerima 'laporan kredibel yang menunjukkan pelanggaran gencatan senjata yang akan segera terjadi oleh Hamas terhadap rakyat Gaza'.

Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa serangan yang direncanakan terhadap warga sipil Palestina akan menjadi 'pelanggaran langsung dan berat terhadap perjanjian gencatan senjata'.

"Jika Hamas melanjutkan serangan ini, langkah-langkah akan diambil untuk melindungi rakyat Gaza dan menjaga integritas gencatan senjata," kata departemen tersebut dalam sebuah pernyataan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut pada 19 Oktober 2025, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.

Baca Juga: Pejabat Israel Sebut Gencatan Senjata di Gaza Butuh Waktu Lebih Lama, Ini Alasannya

Hamas pada hari Minggu membantah tuduhan "serangan yang akan segera terjadi" atau "pelanggaran" gencatan senjata.

Mereka menuduh otoritas Israel membentuk, mempersenjatai, dan mendanai "geng-geng kriminal" yang melakukan pembunuhan, penculikan, dan membantu penjarahan.

Kelompok militan Palestina tersebut mengatakan bahwa pasukan polisi di Gaza sedang menjalankan tugas mereka dengan mengejar geng-geng tersebut untuk meminta pertanggungjawaban mereka.

"Gerakan ini menyerukan kepada pemerintah AS untuk berhenti mengulangi narasi menyesatkan pendudukan," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X