Prabowo: Kami Bersedia Menyediakan Pasukan Penjaga Perdamaian
Gangguan juga dialami Presiden Prabowo. Mikrofon mati ketika sang Presiden RI itu menyoroti rencana mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Gaza.
“Kita harus mencapai perdamaian yang dibutuhkan umat manusia. Kami siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini," ujar Prabowo.
"Kami bersedia menyediakan pasukan penjaga perdamaian...,” ujar Prabowo sebelum suaranya terputus.
Baca Juga: RI Gagas Protokol Jakarta di BRICS, Perjuangkan Keadilan Royalti Musik Digital Negara Berkembang
Carney: Kanada Mengakui Negara Palestina
Dalam kesempatan yang sama, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney juga mengalami insiden serupa
Saat itu, Mark Carney baru saja mengumumkan pengakuan resmi negaranya terhadap Palestina.
“Dalam konteks ini, Kanada mengakui negara Palestina,” kata Carney.
Pernyataan itu disambut tepuk tangan meriah, lalu mikrofonnya mati beberapa saat setelah dirinya ingin melanjutkan pernyataan.
Baca Juga: CBA Desak Kemenkeu–Peruri Transparan Soal Mesin Cetak Uang, Imbas Dugaan Mahar Khusus Kaesang
Penjelasan Teknis: Tidak Ada Indikasi Sabotase
Secara terpisah, Staf teknis PBB sempat menjelaskan kendala mikrofon semata-mata masalah peralatan di ruang sidang.
"Mereka (Staf teknis PBB) menegaskan tidak ada indikasi sabotase," demikian laporan yang diungkap TRT World.
Di samping itu, KTT ini merupakan bagian dari Sidang Majelis Umum ke-80. Forum itu diinisiasi Prancis dan Arab Saudi, dengan agenda utama membahas Gaza dan solusi dua negara.
Artikel Terkait
Di Balik Gelombang Reshuffle Kabinet Prabowo, Ada Tokoh Sentral yang Datang dan Pergi Sejak era Presiden SBY
Presiden Prabowo Reshuffle Lagi, Ganti Mendikti Saintek hingga Isi Kursi Menpora
Aktivis NU Puji Langkah Prabowo Tunjuk Arief Poyuono Jadi Komisaris PT Pelindo: Bukti Meritokrasi di BUMN Strategis
Presiden Prabowo Disambut Diaspora di Paviliun Indonesia Osaka Expo 2025
Diaspora New York Antusias Berebut Foto dan Tanda Tangan Prabowo