Hamas Serukan Pawai Global 19–21 September: Dunia Ditantang Hentikan Genosida di Gaza

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 19 September 2025 | 08:04 WIB
Hamas serukan kepada dunia internasional untuk pawai global mulai dari 19 hingga 21 September, dunia ditantang hentikan genosida di Gaza. (Almuqawma.com)
Hamas serukan kepada dunia internasional untuk pawai global mulai dari 19 hingga 21 September, dunia ditantang hentikan genosida di Gaza. (Almuqawma.com)

SENAYANPOST - Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengeluarkan seruan internasional baru, pawai global besar-besaran pada 19, 20, dan 21 September 2025.

Tiga hari itu mereka sebut sebagai 'pawai kemarahan' melawan agresi Israel dan kebungkaman dunia internasional.

Dalam pernyataan resminya, Hamas menegaskan kondisi Gaza semakin berada di tepi jurang bencana.

Lebih dari dua juta warga sipil terjebak dalam blokade total, menghadapi kelaparan, pengusiran paksa, dan serangan udara tanpa henti.

"Pendudukan Zionis melakukan genosida siang dan malam, menghancurkan menara dan bangunan, serta menggusur paksa penduduk," tegas Hamas pada 18 September 2025, dikutip SenayanPost.com dari Telegram resmi Hamas.

Baca Juga: Bukan Two State Solution, Pemimpin Tertinggi Iran Usulkan Ini untuk Selesaikan Konflik Israel dan Palestina

Seruan Hamas mencakup empat poin utama. Pertama, meningkatkan mobilisasi rakyat melalui demonstrasi di kota-kota besar dunia untuk menolak genosida.

Kedua, melakukan aksi langsung di depan kedutaan Israel, Amerika, dan negara-negara pendukung Zionis, guna mengekspos keterlibatan mereka.

Ketiga, mengaktifkan tekanan publik melalui mahasiswa, serikat pekerja, dan parlemen agar memaksa pemerintah membuka perlintasan bantuan kemanusiaan.

Keempat, mendukung penuh Global Sumud Flotilla yang sedang menuju Gaza membawa bantuan, serta memperingatkan Israel agar tidak menargetkan misi kemanusiaan itu.

Baca Juga: Alasan Iran Pilih Abstain saat Voting Masa Depan Palestina di Majelis Umum PBB

Lebih jauh, Hamas menyebut pawai ini bukan sekadar simbol solidaritas, melainkan ujian moral global.

"Kami menyerukan suara yang bersatu hingga agresi dihentikan, pengepungan dicabut, dan penyeberangan dibuka," tulis mereka.

Seruan ini datang di tengah kegagalan sistem internasional menghentikan kekerasan. Amerika Serikat dituding sebagai sponsor utama Israel, sementara badan-badan internasional dinilai hanya menyaksikan genosida tanpa mampu menghentikannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Telegram Hamas Online

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X