SENAYANPOST - Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengeluarkan seruan internasional baru, pawai global besar-besaran pada 19, 20, dan 21 September 2025.
Tiga hari itu mereka sebut sebagai 'pawai kemarahan' melawan agresi Israel dan kebungkaman dunia internasional.
Dalam pernyataan resminya, Hamas menegaskan kondisi Gaza semakin berada di tepi jurang bencana.
Lebih dari dua juta warga sipil terjebak dalam blokade total, menghadapi kelaparan, pengusiran paksa, dan serangan udara tanpa henti.
"Pendudukan Zionis melakukan genosida siang dan malam, menghancurkan menara dan bangunan, serta menggusur paksa penduduk," tegas Hamas pada 18 September 2025, dikutip SenayanPost.com dari Telegram resmi Hamas.
Seruan Hamas mencakup empat poin utama. Pertama, meningkatkan mobilisasi rakyat melalui demonstrasi di kota-kota besar dunia untuk menolak genosida.
Kedua, melakukan aksi langsung di depan kedutaan Israel, Amerika, dan negara-negara pendukung Zionis, guna mengekspos keterlibatan mereka.
Ketiga, mengaktifkan tekanan publik melalui mahasiswa, serikat pekerja, dan parlemen agar memaksa pemerintah membuka perlintasan bantuan kemanusiaan.
Keempat, mendukung penuh Global Sumud Flotilla yang sedang menuju Gaza membawa bantuan, serta memperingatkan Israel agar tidak menargetkan misi kemanusiaan itu.
Baca Juga: Alasan Iran Pilih Abstain saat Voting Masa Depan Palestina di Majelis Umum PBB
Lebih jauh, Hamas menyebut pawai ini bukan sekadar simbol solidaritas, melainkan ujian moral global.
"Kami menyerukan suara yang bersatu hingga agresi dihentikan, pengepungan dicabut, dan penyeberangan dibuka," tulis mereka.
Seruan ini datang di tengah kegagalan sistem internasional menghentikan kekerasan. Amerika Serikat dituding sebagai sponsor utama Israel, sementara badan-badan internasional dinilai hanya menyaksikan genosida tanpa mampu menghentikannya.
Artikel Terkait
Jurnalis Al Jazeera Anas Al Sharif Dibunuh Israel Penjajah Bersama 4 Rekan Lainnya, Dituduh Anggota Hamas
Hamas Kutuk Keras Pembunuhan Jurnalis Al Jazeera Anas Al Sharif dan Mohammed Qreiqeh oleh Israel: Kejahatan Biadab Melampaui Fasisme dan Kriminalitas
Hamas Setujui Proposal Gencatan Senjata di Gaza, Netanyahu Sebut Gerakan Perlawanan Palestina Melemah
Israel Penjajah Peringatkan Warga Kota Gaza Mengungsi, Klaim Menara Tinggi Jadi Markas Hamas
Dubes Israel untuk AS Sindir Keberadaan Pejabat Hamas di Qatar: Jika Selamat Kali Ini, Kami Akan Kembali