Utusan AS Tom Barrack Tegaskan Suriah Tak Akan Tandatangani Perjanjian Abraham, Ini Alasannya

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 19:33 WIB
Utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack jelaskan Suriah tak akan bergabung Perjanjian Abraham, normalisasi dengan Israel. (X.com/@USEmbassySyria)
Utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack jelaskan Suriah tak akan bergabung Perjanjian Abraham, normalisasi dengan Israel. (X.com/@USEmbassySyria)

SENAYANPOST - Utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Suriah, Tom Barrack menjelaskan bahwa Suriah tidak mungkin menandatangani Perjanjian Abraham.

Sebagaimana diketahui, Perjanjian Abraham merupakan kesepakatan normalisasi antara negara Arab dengan Israel.

Beberapa waktu lalu, setelah Bashar Al Assad berhasil digulingkan Ahmad Al Sharaa atau Abu Muhammad Al Jolani, santer rumor normalisasi Suriah dan Israel ini.

Namun, utusan Presiden AS Donald Trump itu membantahnya.

Baca Juga: Menlu Suriah Asaad Al Shaibani Temui Delegasi Israel di Paris, Fokus Bahas Tiga Hal Penting Ini

Ia juga mengatakan bahwa serangan Israel baru-baru ini terhadap Suriah—yang dibingkainya sebagai pembelaan terhadap Druze—telah membuat upaya meyakinkan Hizbullah untuk menyerahkan senjata semakin sulit.

Hizbullah adalah salah satu gerakan perlawanan yang menjadi salah satu musuh bebuyutan Israel di kawasan.

"Hizbullah mengatakan kami adalah perhentian terakhir bagi kalian melawan Israel dan mungkin Suriah," kata Tom Barrack pada 30 Agustus 2025, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

"Setelah Suwayda, argumen itu menjadi semakin berdampak karena komunitas Lebanon berkata, 'Wow, Israel baru saja melewati batas'...(dan) kita punya seorang jihadis yang mungkin tidak mencintai Syiah," ujarnya.

Baca Juga: Perlawanan Rakyat Suriah Bentuk 25 Kelompok Militer, Sebut untuk Hadapi Ekspansi Teroris Amerika, Zionis, dan Wahabi

Israel menginvasi sebagian besar wilayah barat daya Suriah setelah runtuhnya pemerintahan Bashar Al Assad pada akhir 2024.

Minggu ini, Israel mengatakan akan terus menduduki Gunung Hermon di Suriah. Israel juga melancarkan serangan udara dan serangan darat di dekat Damaskus.

Barrack telah memediasi perundingan langsung antara Suriah dan Israel, yang diakui Damaskus secara publik untuk pertama kalinya bulan lalu.

Barrack menggambarkan Presiden Suriah Al Sharaa sebagai seorang "pragmatis" dan mengatakan bahwa keterlibatan kedua negara "sangat baik", tetapi mengekang ekspektasi untuk kesepakatan diplomatik yang lebih luas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X