SENAYANPOST - Opini Berbahasa Inggris Guru Besar Universitas Pertahanan RI Laksamana TNI (Purn) Marsetio yang dimuat di Jakarta Post pada Kamis 3 Juli 2025 lalu dan dimuat dalam Bahasa Arab di Senayan Post tentang pelajaran berharga dari Perang Iran Israel, mendapat tanggapan dari publik di Timur Tengah.
Salah satunya adalah pengamat urusan Iran, Islam Mansi, dari Arab Center for Research and Studies yang berbasis di Cairo Mesir dan Paris Prancis.
Islam Mansi dalam tanggapannya yang dikirimkan kepada Redaksi Senayan Post pada Minggu 13 Juli 2025 menyebutkan bahwa pandangan Prof Dr Laksamana Marsetio sangat teliti terkait jalannya pertempuran.
"Artikel Prof Dr Laksamana Marsetio mencerminkan perspektif yang tajam dan analisis penting tentang fakta-fakta konfrontasi militer ini. Penulisnya adalah seorang pakar militer profesional dengan rekam jejak pengalaman militer yang panjang dan terhormat, sehingga artikel ini menjadi sangat penting untuk dikaji," jelasnya.
Islam Mansi menilai analisis Mantan Kepala Staf Angkatan Laut Tentara Nasional Indonesia ini terfokus pada kelemahan sistem pertahanan udara Iran yang sangat lemah.
"Salah satu aspek yang paling mencolok dari artikel tersebut bagi saya adalah fokusnya pada kelemahan Iran, yang memungkinkan Israel untuk melanggar wilayah udara Iran tanpa perlawanan dan memperluas serangan hingga mencakup target-target yang jauh di dalam wilayah Iran, di bagian timur negara itu. Hal ini terjadi di Provinsi Khorasan, misalnya, karena hancurnya sistem pertahanan udaranya. Hal ini memungkinkan pesawat Israel untuk menyerang seluruh wilayah Iran tanpa pencegahan dan penangkalan," ungkapnya.
Lulusan Alexandria University ini berkesimpulan bahwa sistem pertahanan udara merupakan salah satu pondasi kedaulatan suatu negara, terlebih Indonesia yang dikaruniai lokasi geografis strategis, dengan wilayah daratan dan perairan yang luas, sehingga membutuhkan sistem pertahanan udara yang kuat untuk memastikan wilayah udaranya bebas dari ancaman rudal dan infiltrasi pesawat asing.
"Saat ini, Laut Cina Selatan merupakan salah satu kawasan strategis terpenting di dunia dan kawasan dengan kepentingan internasional utama. Hal ini memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada Indonesia, yang sedang mengalami kebangkitan luar biasa di semua tingkatan, dan yang angkatan bersenjatanya sedang membuat kemajuan signifikan dalam persaingan internasional," pungkasnya. (Muqoddas)