Mantan Kepala Intelijen Israel Desak Netanyahu Hentikan Perang di Jalur Gaza, Sebut Hamas Bukan Lagi Ancaman Strategis Zionis

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 14:05 WIB
Mantan kepala intelijen Israel mendesak agar Netanyahu segera menghentikan perang di Jalur Gaza dan menyebut Hamas bukan ancaman strategis. (X.com/@IsraeliPM)
Mantan kepala intelijen Israel mendesak agar Netanyahu segera menghentikan perang di Jalur Gaza dan menyebut Hamas bukan ancaman strategis. (X.com/@IsraeliPM)

Sebagian besar dari 251 orang yang ditangkap dalam serangan itu dibebaskan selama dua gencatan senjata yang berlangsung singkat.

Baca Juga: Syiah Israel dan Yahudi Iran

Kantor Media Pemerintah yang berbasis di Gaza mengatakan pada hari Senin bahwa hanya 80 truk bantuan yang memasuki wilayah tersebut pada hari Minggu, jauh di bawah 600 truk yang dibutuhkan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan minimum.

Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan melalui Telegram, kantor tersebut mengatakan sebagian besar bantuan yang terbatas itu dijarah di tengah kekacauan keamanan yang sedang berlangsung, yang mereka tuduhkan pada pendudukan Israel.

"Kebutuhan harian Jalur Gaza sebenarnya tidak kurang dari 600 truk bantuan dan bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan minimum kehidupan di Jalur Gaza," katanya.

Kantor tersebut mengecam apa yang mereka sebut sebagai 'kelaparan sistematis', penutupan perlintasan perbatasan yang terus berlanjut, dan penghalangan bantuan kemanusiaan yang disengaja.

Baca Juga: America Asks for a Ceasefire in the Iran-Israel War, AM Hendropriyono: From an Intelligence Perspective, It's Normal

Mereka menganggap Israel dan para pendukung internasionalnya sepenuhnya bertanggung jawab atas krisis yang semakin dalam, yang menurut mereka berdampak pada lebih dari 2,4 juta warga Palestina.

Setidaknya 180 orang, termasuk 93 anak-anak, telah meninggal dunia akibat kekurangan gizi di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 akibat kebijakan kelaparan Israel.

Secara keseluruhan, pasukan Israel telah membunuh lebih dari 60.000 warga Palestina di Gaza sejak perang dimulai, termasuk lebih dari 18.000 anak-anak.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X