Tidak ada komentar langsung dari Hamas.
Para pejabat medis Gaza mengatakan setidaknya 23 orang dilaporkan tewas akibat tembakan Israel di wilayah kantong tersebut, termasuk 12 orang di antara kerumunan yang berkumpul untuk menerima bantuan di sekitar koridor Netzarim, sebuah wilayah yang dikuasai pasukan Israel di Gaza tengah.
Militer Israel mengatakan pasukannya telah melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan kerumunan, dan belum mengidentifikasi adanya korban jiwa.
Sejak serangan Israel dimulai, Kementerian Kesehatan Gaza telah mencatat 156 kematian akibat kelaparan dan malnutrisi, sebagian besar terjadi dalam beberapa pekan terakhir, termasuk setidaknya 90 anak-anak.
Baca Juga: Rusia Dukung Gencatan Senjata Iran dan Israel, Namun Ragukan Satu Hal Ini
Dihadapkan dengan meningkatnya kemarahan internasional atas gambar anak-anak yang kelaparan, Israel mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka akan menghentikan operasi militer selama 10 jam sehari di beberapa wilayah Gaza dan menetapkan rute aman untuk konvoi yang mengirimkan makanan dan obat-obatan.***
Artikel Terkait
Prabowo dan Pangeran MBS Sepakat Perkuat Dukungan Kemanusiaan untuk Gaza, Komitmen Jaga Keamanan Global
Berduka Atas Gugurnya Direktur RS Indonesia di Gaza, Menko BG: Pengabdian dalam Medan Sunyi
639 Hari Peperangan dengan Israel, Hamas Sambut 'Positif' Proposal Gencatan Senjata di Jalur Gaza
Pejabat Israel Sebut Gencatan Senjata di Gaza Butuh Waktu Lebih Lama, Ini Alasannya
Setelah Trump Sesumbar Bangun Kawasan Elite, Netanyahu Ingin Relokasi Warga Gaza ke Negara Tetangga