Hamas Pelajari Proposal Gencatan Senjata di Jalur Gaza yang Diusulkan Presiden AS Donald Trump

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 3 Juli 2025 | 13:04 WIB
Gerakan Hamas sebut tengah mempelajari proposal gencatan senjata selama 60 hari yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump. (Twitter.com/@KhaledAbuToameh)
Gerakan Hamas sebut tengah mempelajari proposal gencatan senjata selama 60 hari yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump. (Twitter.com/@KhaledAbuToameh)

Seorang sumber yang dekat dengan Hamas mengatakan para pemimpinnya diharapkan untuk membahas usulan tersebut dan meminta klarifikasi dari para mediator sebelum memberikan tanggapan resmi.

Otoritas kesehatan Gaza mengatakan tembakan dan serangan militer Israel telah menewaskan sedikitnya 139 warga Palestina di wilayah utara dan selatan dalam 24 jam terakhir, dan militer Israel memerintahkan lebih banyak evakuasi pada Selasa malam.

Di antara mereka yang tewas adalah Marwan Al Sultan, direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, dalam serangan udara yang juga menewaskan istri dan lima anaknya, kata petugas medis.

Baca Juga: Presiden AS Donald Trump Sebut Gencatan Senjata 'Lengkap dan Total' antara Iran dan Israel

Militer Israel mengatakan telah menargetkan "teroris utama" dari Hamas di wilayah Kota Gaza.

Dikatakan bahwa mereka sedang meninjau laporan korban sipil dan bahwa militer menyesalkan adanya kerugian pada 'individu yang tidak terlibat' dan mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan kerugian tersebut.

Pejuang Hamas menyerbu Israel pada 7 Oktober 2023, dan menewaskan 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan membawa 251 sandera kembali ke Gaza, menurut penghitungan Israel.

Serangan militer Israel berikutnya telah menewaskan lebih dari 57.000 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, menurut kementerian kesehatan Gaza, membuat hampir seluruh 2,3 juta penduduk mengungsi dan menyebabkan krisis kemanusiaan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X