Pemerintah Gaza Temukan Pil Opioid dalam Bantuan Kemanusiaan Kiriman AS

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 28 Juni 2025 | 22:22 WIB
Pemerintah Gaza mengungkap bantuan kemanusiaan dari Amerika Serikat atau AS terdapat temuan pil opioid belum lama ini. (X.com/@sahabatalaqsha)
Pemerintah Gaza mengungkap bantuan kemanusiaan dari Amerika Serikat atau AS terdapat temuan pil opioid belum lama ini. (X.com/@sahabatalaqsha)

SENAYANPOST - Pemerintah Gaza belum lama ini mengungkap temuan pil opioid dalam bantuan kemanusiaan yang berasal dari lembaga Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pil oksikodon tersebut dilaporkan ditemukan dalam kantong tepung yang didistribusikan belum lama ini.

Sejauh ini, Pemerintah Gaza telah mendokumentasikan empat kesaksian dari warga terkait temuan tersebut.

Bantuan kemanusiaan tersebut diketahui disponsori oleh Gaza Humanitarian Foundation atau GHF.

Baca Juga: Antara Hidup dan Mati, Ini Kesaksian Warga Gaza Berebut Bantuan Kemanusiaan yang Disponsori Israel dan AS: seperti Squid Game

"Sejauh ini kami telah mendokumentasikan empat kesaksian dari warga yang menemukan pil ini di dalam kantong tepung," ungkap pernyataan resmi Pemerintah Gaza pada 27 Juni 2025, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

Mereka memperingatkan tentang kemungkinan bahwa beberapa zat narkotika ini sengaja digiling atau dilarutkan dalam tepung itu sendiri.

Oksikodon adalah opioid yang dimaksudkan untuk mengobati nyeri parah dan jangka panjang, yang sering diresepkan untuk pasien kanker.

Obat ini sangat adiktif dan dapat memiliki efek yang mengancam jiwa, termasuk komplikasi pernapasan dan halusinasi.

Baca Juga: Usai 12 Hari Perang dengan Israel, Menlu Iran Abbas Araghchi Tegaskan soal Ini

Pernyataan kantor media tersebut muncul setelah beberapa unggahan media sosial membagikan gambar pil yang konon ditemukan dalam kantong tepung di Gaza.

Apoteker Palestina Omar Hamad menggambarkan penemuan pil tersebut sebagai 'bentuk genosida yang paling keji'.

Khalil Mazen Abu Nada, seorang dokter Palestina di Gaza, juga mengunggah tentang obat tersebut di Facebook, dan menggambarkannya sebagai 'sarana untuk melenyapkan kesadaran sosial kita'.

Kantor media pemerintah Gaza mengatakan bahwa Israel bertanggung jawab atas hal ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X