Israel memiliki kendali atas perbatasan darat Tepi Barat yang diduduki dengan Yordania.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Kalau Palestina Diakui Merdeka, Indonesia Siap Akui Israel
Jika Israel menindaklanjuti ancaman tersebut, hal itu dapat semakin memperburuk hubungan dengan Riyadh dan negara-negara regional lainnya.
Sejak 2023, Arab Saudi telah memperjelas bahwa normalisasi hanya akan dikejar dengan jalur yang jelas menuju negara Palestina.
Awal tahun ini, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menyebut perang Israel yang telah berlangsung selama 19 bulan di Gaza sebagai 'genosida', menggemakan penilaian oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan banyak organisasi hak asasi manusia, di antara para sejarawan dan pakar terkemuka lainnya.
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Middle East Eye, lebih dari 54.000 warga Palestina telah terbunuh sejauh ini, dengan beberapa pakar meyakini angka tersebut jauh di bawah jumlah sebenarnya.
Baca Juga: Tak Dikawal, Seorang Hakim Dibunuh Saat Berangkat Kerja
Bulan depan, sebuah pertemuan di New York yang diketuai bersama oleh Arab Saudi dan Prancis diharapkan akan menguraikan perlunya mendirikan negara Palestina dan membangun kembali dukungan untuk konsep solusi dua negara, sebuah rencana yang diuraikan dalam Perjanjian Oslo 1993.
Beberapa negara Eropa baru-baru ini mengakui negara Palestina, termasuk Irlandia, Spanyol, dan Norwegia.***
Artikel Terkait
Indonesia - Arab Saudi Siap Duet Hadapi Perang Dagang Imbas Kebijakan Tarif Impor Donald Trump
Dua WNI dari Jawa Barat Ditangkap Kepolisian Arab Saudi, Diduga Terlibat Praktik Haji Ilegal
Mengenal Badal Haji yang Merupakan Fasilitas dari Pemerintah untuk Jemaah Calon Haji yang Wafat di Arab Saudi
Terdicuk ! 264 Jemaah Calon Haji Indonesia Nonprosedural Gagal Terbang ke Arab Saudi, Imigrasi: Bentuk Perlindungan WNI di Luar Negeri
Arab Saudi Siapkan Hukuman untuk Haji Ilegal