Inggris Jatuhkan Sanksi pada Pemukim Ilegal Israel Daniella Weiss

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 21 Mei 2025 | 16:35 WIB
Pemerintah Inggris belum lama ini jatuhkan sanksi pada Daniella Weiss seorang pemukim ilegal Israel yang sering jadi sorotan. (X.com/@eneskanli)
Pemerintah Inggris belum lama ini jatuhkan sanksi pada Daniella Weiss seorang pemukim ilegal Israel yang sering jadi sorotan. (X.com/@eneskanli)

SENAYANPOST - Pemerintah Inggris akhirnya jatuhkan sanksi kepada pemukim ilegal Daniella Weiss di Tepi Barat Palestina yang diduduki.

Sebagaimana diketahui, Daniella Weiss merupakan salah satu pemimpin gerakan pemukim ilegal garis keras yang mendukung pendudukan Jalur Gaza.

Baru-baru ini, Daniella Weiss tampil dalam sebuah dokumenter BBC yang mengisahkan para pemukim ilegal yang menuai kecaman dari banyak pihak.

"Menanggapi siklus kekerasan serius yang terus-menerus dilakukan oleh pemukim ekstremis Israel di Tepi Barat yang diduduki, menteri luar negeri telah mengumumkan sanksi baru hari ini," bunyi pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh London pada tanggal 20 Mei 2025, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.

Baca Juga: Menlu Israel: Dunia Harus Turun Tangan Lindungi Druze dari 'Geng Teroris' Rezim Ahmad Al Sharaa

Dalam pernyataan tersebut, Pemerintah Inggris merinci siapa saja yang dikenakan sanksi, termasuk Daniella Weiss.

"Tindakan hari ini menargetkan tiga individu, termasuk pemimpin pemukim terkemuka Daniella Weiss, serta dua pos terdepan ilegal dan dua organisasi yang telah mendukung, menghasut, dan mempromosikan kekerasan terhadap komunitas Palestina di Tepi Barat," dokumen tersebut menambahkan.

Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy juga mengumumkan penangguhan negosiasi perjanjian perdagangan bebas dengan Israel dan mengungkapkan bahwa duta besar Israel dipanggil terkait invasi dan blokade Gaza yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Israel Tak Bergeming, Menkeu Bezalel Smotrich Lanjutkan Perang Sampai Rakyat Palestina Keluar Gaza dan Suriah Dipisahkan

"Meskipun pemerintah Inggris tetap berkomitmen pada perjanjian perdagangan yang berlaku, tidak mungkin untuk memajukan diskusi tentang FTA baru yang ditingkatkan dengan pemerintah Netanyahu yang sedang menjalankan kebijakan yang mengerikan di Tepi Barat dan Gaza," kata Lammy.

"Mandat Inggris berakhir tepat 77 tahun yang lalu. Tekanan eksternal tidak akan mengalihkan Israel dari jalannya dalam mempertahankan keberadaan dan keamanannya dari musuh yang ingin menghancurkannya," kata Kementerian Luar Negeri Israel dalam menanggapi sanksi Inggris.

Pada hari Senin, Inggris bergabung dengan Prancis dan Kanada dalam mengancam 'tindakan konkret' jika Israel tidak menghentikan invasi militer ke Gaza dan mencabut blokadenya terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan.

Baca Juga: Kebijakan Paus Fransiskus terhadap Perang Gaza Diduga Jadi Alasan Israel Hapus Ucapan Bela Sungkawanya di Media Sosial

"Kami merasa ngeri dengan eskalasi dari Israel … Kami menegaskan kembali seruan kami untuk gencatan senjata sebagai satu-satunya cara untuk membebaskan para sandera," Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan kepada House of Commons pada hari Selasa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X