SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait perangnya di Jalur Gaza.
Belum lama ini, Netanyahu mengungkapkan tujuan utama invasi ke Jalur Gaza, yaitu mengalahkan Hamas.
Tidak hanya itu, Netanyahu juga mengatakan bahwa pemulangan para sandera bukan prioritasnya yang membuat keluarga sandera marah.
Kontroversi itu muncul ketika keluarga para sandera dalam beberapa hari terakhir menuduh Netanyahu menyabotase kesepakatan gencatan senjata-sandera dan menyembunyikan informasi tentang 59 sandera yang tersisa.
Berbicara di Kontes Alkitab Hari Kemerdekaan tahunan di Yerusalem, Netanyahu mengatakan Israel memiliki banyak tujuan dalam perang yang sudah berlangsung hampir 600 hari itu.
"Banyak tujuan, banyak tujuan dalam perang ini. Kami ingin membawa pulang semua sandera kami. Sejauh ini kami telah membawa pulang 147 orang hidup-hidup, dan totalnya 196 orang," kata Benjamin Netanyahu pada 1 Mei 2025, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.
"Ada sekitar 24 orang hidup-hidup, totalnya 59 orang, dan kami ingin memulangkan yang hidup dan yang mati," lanjutnya.
"Itu tujuan yang sangat penting," lanjut Netanyahu.
Kemudian ia mengatakan bahwa tujuan tertinggi dalam perang tersebut adalah mengalahkan musuhnya yang tidak lain adalah Hamas.
"Perang memiliki tujuan tertinggi, dan tujuan tertinggi adalah kemenangan atas musuh-musuh kita, dan ini akan kita capai," jelasnya.
Netanyahu sejauh ini telah menyoroti penghancuran Hamas, pengembalian semua sandera, dan memastikan bahwa Gaza tidak dapat menjadi ancaman masa depan bagi Israel sebagai tiga tujuan perang, tanpa memberi peringkat pada tujuan-tujuan ini.
Ia juga berulang kali menekankan bahwa perang akan terus berlanjut hingga 'kemenangan mutlak' tercapai.
Artikel Terkait
Kedubes Iran di Jakarta Sambut Hari Internasional Al Quds; Serukan Tingkatkan Tekanan Politik dan Ekonomi atas Israel
Iranian Embassy in Jakarta Welcomes International Al Quds Day; Calls for Increasing Political and Economic Pressure on Israel
Bulan Sabit Merah Palestina Amankan 14 Jenazah Paramedis dan Pertahanan Sipil yang Diculik Israel Penjajah di Rafah
Kebijakan Paus Fransiskus terhadap Perang Gaza Diduga Jadi Alasan Israel Hapus Ucapan Bela Sungkawanya di Media Sosial
Israel Tak Bergeming, Menkeu Bezalel Smotrich Lanjutkan Perang Sampai Rakyat Palestina Keluar Gaza dan Suriah Dipisahkan