Presiden Donald Trump Usulkan Rencana Kebijakan Tarif Dagang AS, Ini Tanggapan China

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 4 April 2025 | 13:55 WIB
Presiden Donald Trump usulkan rencana kebijakan tarif dagang AS baru yang menimbulkan reaksi dari berbagai negara. (X.com/@WhiteHouse)
Presiden Donald Trump usulkan rencana kebijakan tarif dagang AS baru yang menimbulkan reaksi dari berbagai negara. (X.com/@WhiteHouse)

SENAYANPOST - Presiden Donald Trump baru saja meluncurkan rencana kebijakan tarif dagang AS terbaru dan menuai berbagai reaksi dari negara-negara luar termasuk China.

Ini adalah kebijakan ekonomi yang ditunggu-tunggu oleh banyak pihak dan akhirnya Donald Trump meluncurkan rencana tarif tersebut.

Kebijakan tersebut diprediksi akan mengguncang pasar keuangan dan meningkatnya kekhawatiran akan perang dagang global.

Pada hari Rabu, Trump mengumumkan 'tarif dasar minimum' sebesar 10 persen pada hampir semua impor ke Amerika Serikat.

Baca Juga: Bulan Sabit Merah Palestina Amankan 14 Jenazah Paramedis dan Pertahanan Sipil yang Diculik Israel Penjajah di Rafah

Bea yang lebih tinggi pada negara-negara yang menjadi sasaran akan segera diberlakukan secara bertahap.

Ia mengklaim pajak impor baru dirancang untuk mengurangi defisit perdagangan dan membawa kembali manufaktur asing ke AS.

Trump juga mengatakan bahwa hal itu akan membuka jalan bagi pemotongan pajak di masa mendatang.

Ketika Trump membidik sistem perdagangan global yang katanya 'merampok' AS, tarifnya memicu reaksi keras, dengan beberapa mitra dagang terbesar Amerika menjanjikan tindakan balasan.

Baca Juga: Kedubes Iran di Jakarta Sambut Hari Internasional Al Quds; Serukan Tingkatkan Tekanan Politik dan Ekonomi atas Israel

Apa yang diumumkan?

Dengan mengacu pada Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional tahun 1977, Trump mengumumkan tarif 10 persen untuk semua negara, yang dijadwalkan mulai berlaku pada tanggal 5 April.

Kemudian, ia mengungkapkan akan ada tarif 'individual' untuk negara-negara yang memiliki surplus perdagangan besar dengan AS atau yang mengenakan bea lebih tinggi pada impor Amerika.

Tarif tersebut akan mulai berlaku empat hari kemudian, pada tanggal 9 April.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X