SENAYANPOST - Presiden Donald Trump baru saja meluncurkan rencana kebijakan tarif dagang AS terbaru dan menuai berbagai reaksi dari negara-negara luar termasuk China.
Ini adalah kebijakan ekonomi yang ditunggu-tunggu oleh banyak pihak dan akhirnya Donald Trump meluncurkan rencana tarif tersebut.
Kebijakan tersebut diprediksi akan mengguncang pasar keuangan dan meningkatnya kekhawatiran akan perang dagang global.
Pada hari Rabu, Trump mengumumkan 'tarif dasar minimum' sebesar 10 persen pada hampir semua impor ke Amerika Serikat.
Bea yang lebih tinggi pada negara-negara yang menjadi sasaran akan segera diberlakukan secara bertahap.
Ia mengklaim pajak impor baru dirancang untuk mengurangi defisit perdagangan dan membawa kembali manufaktur asing ke AS.
Trump juga mengatakan bahwa hal itu akan membuka jalan bagi pemotongan pajak di masa mendatang.
Ketika Trump membidik sistem perdagangan global yang katanya 'merampok' AS, tarifnya memicu reaksi keras, dengan beberapa mitra dagang terbesar Amerika menjanjikan tindakan balasan.
Apa yang diumumkan?
Dengan mengacu pada Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional tahun 1977, Trump mengumumkan tarif 10 persen untuk semua negara, yang dijadwalkan mulai berlaku pada tanggal 5 April.
Kemudian, ia mengungkapkan akan ada tarif 'individual' untuk negara-negara yang memiliki surplus perdagangan besar dengan AS atau yang mengenakan bea lebih tinggi pada impor Amerika.
Tarif tersebut akan mulai berlaku empat hari kemudian, pada tanggal 9 April.
Artikel Terkait
Presiden Donald Trump Klaim Israel Penjajah Bakal Serahkan Jalur Gaza ke Amerika Serikat
Presiden Donald Trump Sebut AS Bakal Beli dan Miliki Jalur Gaza Bak Properti, Ini Tanggapan Hamas
Pemimpin Arab Berkumpul di Riyadh, Antisipasi Rencana Presiden AS Donald Trump atas Jalur Gaza
Presiden AS Donald Trump Ribut dengan Volodymyr Zelensky, Partai Republik Terancam Pecah Kongsi
Hamas Tuding Presiden AS Donald Trump Hambat Gencatan Senjata di Gaza