SENAYANPOST - Tiga hari berlalu, bentrokan antara Hayat Tahrir Al Sham dan klan Lebanon masih terus berlanjut di perbatasan Suriah dan Lebanon.
Salah satu koresponden Al Mayadeen melaporkan bahwa artileri milik HTS di pedesaan Qusayr, Suriah menembaki daerah pinggiran Hermel, Lebanon pada Minggu, 9 Februari 2025.
Sementara itu, Kantor Berita Nasional melaporkan bahwa dua pesawat nirawak atau drone dioperasikan oleh militer Suriah ditembak jatuh di wilayah perbatasan Jarmash.
Menanggapi meningkatnya kekerasan, Angkatan Darat Lebanon mengeluarkan pernyataan pada Sabtu malam, mengumumkan bahwa pimpinannya telah menginstruksikan unit militer yang ditempatkan di sepanjang perbatasan utara dan timur untuk membalas setiap tembakan yang berasal dari wilayah Suriah.
Baca Juga: Tepi Barat Palestina Memanas, Israel Penjajah Bunuh Wanita Hamil 8 Bulan, sang Suami Luka Parah
Perintah tersebut diberikan berdasarkan arahan Panglima Angkatan Darat Jenderal Joseph Aoun.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa 'unit-unit militer telah mulai merespons dengan senjata yang sesuai' menyusul bentrokan baru-baru ini, di mana beberapa wilayah perbatasan Lebanon menjadi sasaran penembakan dan tembakan.
Permusuhan tersebut telah menyebabkan jatuhnya korban di kedua belah pihak.
Lebih dari 10 orang terluka setelah penembakan dari pedesaan Qusayr Suriah menargetkan kota-kota perbatasan di wilayah Hermel Lebanon, seorang koresponden Al Mayadeen melaporkan pada hari Sabtu.
Sementara itu, tiga tentara HTS tewas, dan enam lainnya terluka dalam konfrontasi yang sedang berlangsung dengan klan-klan Lebanon di sepanjang perbatasan.
Penembakan menghantam kota-kota perbatasan Lebanon
Menurut laporan, hampir 50 peluru menghantam berbagai kota di pinggiran Hermel sejak pagi, dengan satu roket mendarat di dekat pos Angkatan Darat Lebanon di Wadi Fisan.
Sumber tembakan diidentifikasi sebagai wilayah Qusayr, Suriah.
Artikel Terkait
Presiden Erdogan Sebut Pergantian Kekuasaan di Suriah Kemenangan Turki
Kementerian Pertahanan Suriah Tolak Usulan Kurdi Bentuk Blok Militer Sendiri
SOHR: Pemerintah Suriah Eksekusi 35 Warga, Lima di Antaranya Kelompok Alawi
Ahmad Al Sharaa Resmi Jadi Presiden Suriah Sementara, Pemilu Bakal Digelar 4 Tahun Lagi
Laporan: Pejabat Suriah Minta Rusia Deportasi Bashar Al Assad