Presiden Erdogan Sebut Pergantian Kekuasaan di Suriah Kemenangan Turki

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 12 Januari 2025 | 16:13 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebut pergantian kekuasaan di Suriah setelah tergulingnya Bashar Al Assad untungkan Turki. (Twitter.com/@RTErdogan)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebut pergantian kekuasaan di Suriah setelah tergulingnya Bashar Al Assad untungkan Turki. (Twitter.com/@RTErdogan)

SENAYANPOST - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebutkan bahwa pergantian kekuasaan di Suriah merupakan kemenangan untuk negara tersebut.

Sebagaimana diketahui, Turki mendukung kelompok Hayat Tahrir Al Shams (HTS) yang dipimpin oleh Ahmad Al Sharaa (dulu Abu Mohammad Al Jolani) untuk menggulingkan Bashar Al Assad.

Menurut Erdogan, rakyat Suriah akhirnya bisa menikmati kebebasan setelah rezim brutal Assad.

"Mereka yang tidak dapat bersukacita atas berakhirnya kebrutalan rezim Baath tidak dapat menerima bahwa kemenangan saudara-saudara Suriah kita juga merupakan kemenangan kita sebagai tetangga," kata Erdogan dalam sebuah pidato pada 11 Januari 2025, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.

Baca Juga: Turki Kecam Keras Prancis Bakal Siaga di Perbatasan Suriah, Hakan Fidan: Hal Ini Tidak Membawa Manfaat Nyata

Pada bulan Desember, Turki mengumumkan akan mendukung oposisi Suriah dan menetapkan tiga prioritas terkait kebijakan Suriah.

Surat kabar Turki Hurriyet mengungkapkan, setelah pasukan rezim baru mengambil alih Damaskus, yang menandai berakhirnya kekuasaan mantan Presiden Bashar Al Assad.

Menurut laporan tersebut, prioritas Turki meliputi isu-isu politik, militer, dan sosial yang Ankara rencanakan untuk terlibat langsung di dalamnya.

Pertama, Turki berencana untuk mengawasi dan mengelola proses transisi pemerintahan Suriah yang akan datang, serta membangun kembali Suriah yang baru.

Baca Juga: Ahmad Al Sharaa Adakan Pembicaraan dengan SDF di Tengah Bentrokan Sengit di Suriah Utara

Kedua, kelompok-kelompok seperti Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan Unit Perlindungan Rakyat (YPG), yang keduanya dilarang di Turki, akan dilawan.

Terakhir, Turki akan memastikan pemulangan pengungsi Suriah dari tanahnya kembali ke Suriah dengan aman dan tepat waktu.

Laporan tersebut menekankan bahwa pemerintahan transisi di Suriah harus fokus pada pembangunan negara baru yang bebas dari ekstremisme dan berakar pada hak asasi manusia, keadilan, dan representasi yang adil.

Sementara itu, Turki berjanji untuk terus mendukung oposisi dalam membangun Suriah baru, menurut sumber tersebut.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Mayadeen English

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X