Hamas Konfirmasi Gugurnya Komandan Mohammed Deif, Brigade Al Qassam: Selamat Tinggal Pemimpin Abu Khaled

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 31 Januari 2025 | 17:12 WIB
Gerakan Perlawanan Hamas resmi umumkan gugurnya Mohammed Deif, panglima Brigade Al Qassam yang paling dicari Israel penjajah. (alqassam.ps)
Gerakan Perlawanan Hamas resmi umumkan gugurnya Mohammed Deif, panglima Brigade Al Qassam yang paling dicari Israel penjajah. (alqassam.ps)

SENAYANPOST - Gerakan Hamas umumkan gugurnya Mohammed Deif, panglima Brigade Al Qassam belum lama ini.

Pengumuman gugurnya Mohammed Deif ini disampaikan oleh juru bicara Brigade Al Qassam, Abu Ubaidah.

Selama beberapa dekade, Mohammed Deif berhasil lolos dari penangkapan dan upaya pembunuhan yang dilakukan Israel penjajah.

Terkenal licin, Deif mendapat julukan 'Tamu' atau 'Deif' dalam bahasa Arab.

Baca Juga: Laporan: Pejabat Suriah Minta Rusia Deportasi Bashar Al Assad

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Middle East Eye, Israel menyatakan telah membunuh Deif yang berusia 59 tahun dalam serangan udara di al-Mawasi di Gaza selatan pada bulan Juli, tetapi belum ada konfirmasi dari Hamas.

Mengingat ketidakpastian tersebut, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) tetap mengeluarkan surat perintah penangkapannya pada bulan November, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, bersama dengan surat perintah untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant.

Israel membunuh dua pemimpin Hamas lainnya, Ismail Haniyeh dan Yahya Sinwar, sebelum surat perintah mereka dapat direalisasikan.

Baca Juga: 10 Hari Berturut-turut, Israel Penjajah Kepung Kamp Jenin di Tepi Barat Palestina

Deif, yang bernama asli Mohammed Diab Ibrahim al-Masri, diyakini oleh banyak pihak sebagai salah satu perencana serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 1.139 orang, dan 250 lainnya ditawan kembali ke Gaza.

Beberapa jam setelah serangan fajar ke Israel hari itu, Deif menyampaikan pesan audio langka yang mengumumkan dimulainya operasi yang disebut Badai Al Aqsa dan menyerukan warga Palestina di Israel untuk 'mengusir penjajah dan merobohkan tembok'.

Meskipun sedikit yang diketahui tentang hidupnya, Deif memiliki seorang istri dan dua anak kecil hingga tahun 2014, ketika mereka semua tewas dalam serangan udara Israel.

Baca Juga: Ahmad Al Sharaa Resmi Jadi Presiden Suriah Sementara, Pemilu Bakal Digelar 4 Tahun Lagi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X