Ia telah dicari oleh Israel sejak awal 1990-an setelah ia melakukan serangan terhadap tentara dan warga sipil Israel.
Pada tahun 2002, ia memangku jabatan kepala staf Brigade Qassam dan diyakini sebagai pencipta 'Unit Bayangan' yang menjaga dan menyembunyikan tawanan Israel.
Anggota unit itu, berpakaian hitam, terlihat mengawal tawanan Israel yang dibebaskan untuk diserahkan kepada Komite Palang Merah Internasional bulan ini.
Pada tahun 2015, AS memasukkan Deif ke dalam daftar Teroris Global yang Ditunjuk Secara Khusus.
Pada bulan Desember 2023, tentara Israel menjatuhkan selebaran melalui udara di Gaza yang menawarkan 100 ribu dolar AS bagi siapa saja yang memiliki informasi tentang keberadaan Deif, seraya menambahkan bahwa 'kerahasiaan terjamin' bagi warga Palestina yang melapor.
Meskipun berhasil lolos dari penangkapan, Deif menderita luka yang mengubah hidupnya akibat upaya berulang kali untuk membunuhnya, yang memengaruhi mobilitas dan penglihatannya, demikian laporan Israel. Hamas tidak pernah mengonfirmasi rincian tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di Telegram oleh Brigade Qassam, Deif digambarkan sebagai 'pemimpin hebat' yang merupakan 'contoh nyata keberanian'.
"Kami mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin Abu Khaled," kata Brigade, menggunakan nama panggilannya di antara warga Palestina.***
Artikel Terkait
Frustasi, Ayah Korban Penculikan Hamas di Gaza Ini Sebut Netanyahu Lakukan Kejahatan Perang
Israel Penjajah dan Hamas Resmi Gencatan Senjata di Gaza, Ini Isi Kesepakatannya
Hamas Serahkan 3 Tawanan Israel kepada Palang Merah di Gaza
Hamas Serahkan 4 Tentara Israel yang Disandera dalam Kesepakatan Pertukaran Tawanan
Hamas Lakukan Pertukaran Tawanan dengan Israel: Bebaskan Tentara IDF, Termasuk Lima Warga Negara Thailand