Rusia dan Iran Teken Kerja Sama Strategis, Babak Baru Hubungan Dua Negara yang Disanksi Barat

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 18 Januari 2025 | 22:02 WIB
Rusia dan Iran belum lama ini teken kerja sama strategis di berbagai bidang, menandakan babak baru hubungan keduanya. (X.com/@mfa_russia)
Rusia dan Iran belum lama ini teken kerja sama strategis di berbagai bidang, menandakan babak baru hubungan keduanya. (X.com/@mfa_russia)

SENAYANPOST - Rusia dan Iran teken kerja sama strategis di Moskow pada 17 Januari 2025.

Kerja sama antara kedua negara ini membuka babak baru hubungan Rusia dan Iran ke depannya.

Dalam sebuah konferensi pers, Presiden Rusia Vladimir Putin memuji perjanjian tersebut sebagai terobosan yang nyata.

Sebagaimana diketahui, Rusia dan Iran adalah dua negara yang sama-sama disanksi oleh pihak Barat.

Baca Juga: Alasan Netanyahu Terlibat dalam Gencatan Senjata di Gaza, Ada Tekanan dari Donald Trump?

Putin menyatakan harapan bahwa perjanjian baru tersebut akan membantu memperluas perdagangan dan bahwa kedua negara berupaya memecahkan masalah teknis untuk memajukan proyek-proyek yang bertujuan untuk mengirimkan gas Rusia ke Iran dan membangun koridor transportasi ke pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sementara itu, Presiden Iran Massoud Pezeshkian menyebut kesepakatan tersebut sebagai babak baru antara Rusia dan Iran.

Presiden Rusia dan Iran mengonfirmasi bahwa kesepakatan tersebut akan meningkatkan kerja sama di beberapa bidang, termasuk politik, keamanan, perdagangan, transportasi, energi, pertanian, teknologi, kontraterorisme, dan pertahanan.

Penandatanganan perjanjian tersebut telah meresmikan status kedua negara sebagai mitra strategis dan menetapkan preseden hukum untuk kerja sama jangka panjang.

Baca Juga: Iran Kecam Pengakuan Terang-terangan Israel soal Pembunuhan Ismail Haniyeh

Ketentuan tersebut menetapkan bahwa jika satu pihak diserang, pihak lain tidak dapat memberikan bantuan militer kepada pihak penyerang.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Rusia dan Iran telah menekankan komitmen untuk mengembangkan kerja sama militer dan teknis mereka sambil menyetujui untuk melakukan latihan militer bersama.

Moskow dan Teheran secara resmi sepakat untuk tidak bergabung dengan sanksi negara ketiga terhadap satu sama lain, dan telah menjamin bahwa tidak akan ada penggunaan tindakan pemaksaan sepihak.

Kesepakatan tersebut akan membuat mereka bekerja sama dalam masalah pengendalian senjata, pelucutan senjata, dan peningkatan keamanan internasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X