Kembalinya presiden terpilih Trump ke Gedung Putih tampaknya telah menyuntikkan urgensi baru ke dalam negosiasi.
Baca Juga: Benjamin Netanyahu Lagi-lagi Sabotase Gencatan Senjata di Gaza
Trump berjanji untuk mengakhiri perang di Timur Tengah saat berkampanye.
Ia memperingatkan akan 'neraka yang harus dibayar' jika Hamas tidak membebaskan tawanan Israel di Gaza sebelum pelantikannya.
Gaza telah hancur menjadi puing-puing, dengan sedikitnya 46.584 warga Palestina, terutama wanita dan anak-anak syahid.
Di Tepi Barat yang diduduki, Otoritas Palestina sedang melakukan tindakan keras terhadap pejuang perlawanan Palestina yang menentangnya.
Serangan yang sangat tidak populer itu telah digambarkan oleh para pejabat Arab sebagai taktik PA untuk memproyeksikan relevansi guna mengamankan peran di Gaza pascaperang.
Baca Juga: Presiden Prabowo dan Presiden Mesir Sepakat Pentingnya Gencatan Senjata di Gaza Palestina
Sementara itu, pertempuran hebat mengguncang Jalur Gaza pada hari Senin, menewaskan puluhan warga Palestina dan lima tentara Israel.
Eskalasi Israel, yang menewaskan lebih dari 50 orang, dapat menjadi bagian dari upaya untuk mengintensifkan serangan sebelum gencatan senjata ditandatangani, taktik umum yang dilakukan oleh para pejuang di zona perang.***
Artikel Terkait
Hamas Sebut Gencatan Senjata di Gaza Makin Dekat Jika Israel Penjajah Tak Lakukan Hal Ini
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir Sepakat Pentingnya Gencatan Senjata di Gaza Palestina
Laporan: Perundingan Gencatan Senjata di Gaza Terhenti, Hamas dan Israel Penjajah Temui Jalan Buntu
Benjamin Netanyahu Lagi-lagi Sabotase Gencatan Senjata di Gaza
Hamas Ingin Gencatan Senjata Secepatnya di Gaza dengan Israel, Korban Syahid Hampir 46 Ribu Orang