Frustasi, Ayah Korban Penculikan Hamas di Gaza Ini Sebut Netanyahu Lakukan Kejahatan Perang

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 14 Januari 2025 | 16:20 WIB
Ayah korban penculikan Hamas di Gaza menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lakukan kejahatan perang. (Kantor PM Israel)
Ayah korban penculikan Hamas di Gaza menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lakukan kejahatan perang. (Kantor PM Israel)

SENAYANPOST - Salah seorang orang tua korban penculikan Hamas di Jalur Gaza menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lakukan kejahatan perang.

Ayah dari seorang tawanan Israel yang ditahan di Gaza tersebut diketahui bernama Yehuda Cohen.

Ia adalah ayah dari prajurit berusia 19 tahun yang bernama Nimrod Cohen.

Cohen mengkritik Netanyahu karena memperpanjang perang di Gaza demi 'kepentingan pribadinya' sendiri selama diskusi dengan keluarga tawanan di Knesset pada Senin, 13 Januari 2025.

Baca Juga: Menhan Israel Targetkan Kekalahan Total Hamas di Jalur Gaza Jelang Pelantikan Presiden AS Terpilih Donald Trump

Ia juga mengatakan perdana menteri tidak hanya melakukan kejahatan perang terhadap penduduk Gaza, tetapi juga terhadap prajurit IDF.

"Jika Anda melanjutkan kata-kata Anda yang terang-terangan, Anda akan memasukkan putra Anda ke dalam penjara Hamas selama bertahun-tahun lagi," kata anggota Knesset Eliyahu Revivo kepada Cohen pada 15 Januari 2025 dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

Cohen menyatakan dukungannya terhadap hukum internasional, dan mengatakan bahwa ia mendukung surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap Netanyahu karena 'pemerintah Israel, koalisi, telah mengkhianati negara'.

Ia juga mengecam pemerintah sayap kanan karena lebih menyukai 'ideologi pembunuh', yang menganggap pembangunan permukiman ilegal dan kematian tentara lebih berharga daripada menyelamatkan nyawa.

Baca Juga: Presiden Erdogan Sebut Pergantian Kekuasaan di Suriah Kemenangan Turki

"Partai Anda hanya peduli dengan kematian. Hanya karena Orit Strook memutuskan untuk mengorbankan putra-putranya, bukan berarti saya harus mengorbankan putra saya, atau bahwa setiap keluarga lain di negara ini harus mengorbankan putra mereka karena ide ideologis yang bertentangan dengan hukum internasional," kata Cohen.

"Itu disebut fasisme," tambahnya.

Protes antipemerintah

Keluarga tawanan Israel yang ditahan di Gaza telah lama menuduh Netanyahu gagal membawa pulang kerabat mereka hidup-hidup di tengah meningkatnya seruan untuk melakukan pemogokan umum guna memaksakan kesepakatan dengan Hamas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X