Media berita Israel Walla melaporkan bulan lalu bahwa Brigade Qassam telah merekrut ribuan pejuang perlawanan baru di Gaza.
Baca Juga: Laporan: Perundingan Gencatan Senjata di Gaza Terhenti, Hamas dan Israel Penjajah Temui Jalan Buntu
Kelompok tersebut terus mengumumkan operasi dan menerbitkan rekaman serangannya terhadap pasukan Israel secara berkala melalui halaman medianya, seperti halnya organisasi lain, termasuk Brigade Quds dari gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ).
Pada akhir Desember, jenderal Israel Yitzhak Brik mengatakan bahwa tentara Israel tidak dapat melenyapkan Hamas karena tidak ada kelebihan pasukan dan tidak ada tentara Israel yang tersisa di wilayah yang telah didudukinya sejak lama, dan inilah alasan mengapa mereka tidak dapat melenyapkan kekuasaan Hamas.
"Saat ini, Hamas menguasai Jalur Gaza, dan ribuan pejuangnya berada di bawah tanah dalam terowongan yang membentang ratusan kilometer," tambahnya.
Brik menekankan bahwa Hamas masih "menguasai" Gaza setelah setahun berperang.
Pejabat AS juga mengatakan bahwa mengalahkan Hamas secara militer bukanlah hal yang realistis.
Israel telah menghancurkan infrastruktur jalur tersebut dan telah menewaskan lebih dari 46.000 orang, menurut catatan resmi.
Namun, sebuah studi baru yang diterbitkan oleh jurnal medis The Lancet pada tanggal 9 Januari mengungkapkan bahwa jumlah korban tewas akibat perang Israel di Gaza tidak terhitung hingga 41 persen selama hampir satu tahun perang dan bisa jadi jauh lebih tinggi.
Kampanye tersebut telah menghancurkan sebagian besar wilayah kantong tersebut, termasuk rumah, masjid, sekolah, rumah sakit, universitas, lahan pertanian, dan infrastruktur air, yang membuat Gaza pada dasarnya tidak layak huni.
Pengepungan yang ketat terus membatasi masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.***
Artikel Terkait
WHO Kutuk Keras Agresi Israel Penjajah ke RS Kamal Adwan di Gaza Utara: Kengerian Ini Harus Berakhir
WHO Sebut Israel Jadikan Rumah Sakit di Jalur Gaza Medan Perang, Minta Penjajah Bebaskan Dr Hussam Abu Safiya
Laporan: Perundingan Gencatan Senjata di Gaza Terhenti, Hamas dan Israel Penjajah Temui Jalan Buntu
82 Ribu Lebih Warga Israel Lakukan Eksodus Gegara Perang di Gaza, Terus Meningkat Tahun 2024
Hamas Ingin Gencatan Senjata Secepatnya di Gaza dengan Israel, Korban Syahid Hampir 46 Ribu Orang