Laporan Intelijen: Tahu Banyak soal Rencana HTS Gulingkan Bashar Al Assad di Suriah, AS Latih Tentara Bayaran

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 21 Desember 2024 | 20:58 WIB
Ilustrasi, AS diketahui melatih tentara bayaran untuk bantu gulingkan Bashar Al Assad di Suriah bersama HTS dalam sebuah laporan.. (Pixabay.com)
Ilustrasi, AS diketahui melatih tentara bayaran untuk bantu gulingkan Bashar Al Assad di Suriah bersama HTS dalam sebuah laporan.. (Pixabay.com)

Para pejuang RCA yang menduduki pangkalan di Palmyra mengatakan mereka telah diperintahkan untuk bersiap menghadapi penggulingan pemerintah Suriah pada awal November, hampir tiga minggu sebelum serangan dimulai.

Baca Juga: Yaman Kirim Rudal Balistik ke Tel Aviv saat Israel Bombardir Sanaa

Sebagaimana diketahui, militan yang didukung AS dan Turki dari bekas afiliasi Al-Qaeda HTS melancarkan serangan di pedesaan Aleppo pada 27 November.

Mereka merebut Damaskus, dengan bantuan dari kelompok Tentara Pembebasan Suriah (FSA) dari Deraa di Suriah selatan dan pejuang RCA dari Al-Tanf pada 8 Desember.

RCA sekarang menduduki sekitar seperlima wilayah Suriah, termasuk kantong-kantong wilayah di utara ibu kota, Damaskus.

Kesaksian para pejuang menunjukkan bahwa Washington mengetahui tentang serangan yang dipimpin oleh HTS dan membantu merencanakan dan mengoordinasikannya.

Baca Juga: Hamas Sebut Gencatan Senjata di Gaza Makin Dekat Jika Israel Penjajah Tak Lakukan Hal Ini

Dikenal juga sebagai Tentara Pembebasan Suriah (FSA), RCA menunjuk mantan kepala ISIS, Salem Turki al-Antari, sebagai komandan mereka awal tahun ini.

Antari berasal dari kota kuno Palmyra di Suriah. Menurut ASO Network, ia bergabung dengan ISIS pada tahun 2014, dengan nama panggilan Abu Saddam al-Ansari.

Kelompok ekstremis itu mengangkatnya sebagai Emir wilayah gurun Badia di Homs.

Antara tahun 2015 dan 2017, Antari ikut serta dalam pengambilalihan Palmyra oleh ISIS dan pertempuran dengan tentara Suriah yang terjadi setelahnya.

Serangan ISIS di Palmyra menghancurkan sebagian warisan budaya Suriah yang paling berharga.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X