SENAYANPOST - Israel penjajah kirim pesan kepada pemimpin baru Suriah, Abu Mohammad Al Julani atau dikenal Ahmad Husain Asy Syara dari Hayat Tahrir Al Sham atau HTS.
Hal ini disampaikan langsung oleh jurnalis dan analis politik Israel Barak Ravid.
Sebagaimana diketahui, HTS merupakan salah satu oposisi bersenjata yang berhasil menggulingkan rezim Bashar Al Assad dalam waktu 12 hari.
Assad sendiri diketahui mendapatkan suaka dari Rusia setelah pergi meninggalkan Damaskus.
Dalam sebuah wawancara dengan televisi swasta AS, Ravid mengatakan bahwa pesan yang dikirim oleh Israel kepada organisasi tersebut datang melalui tiga pihak, yang berisi peringatan agar tidak mendekati perbatasan Israel.
Baca Juga: Hari ke-435, Hamas Tegaskan Ingin Akhiri Perang di Jalur Gaza dengan Israel
Ia menekankan bahwa tentara pendudukan Israel akan bertindak terhadap HTS jika mendekati perbatasan.
Jurnalis Israel tersebut menambahkan bahwa negara pendudukan tersebut memiliki hubungan dekat dengan beberapa kelompok di Suriah, terutama kelompok Kurdi di utara negara tersebut, serta dengan komunitas Druze di Dataran Tinggi Golan Suriah.
"Terkait Druze di Suriah, Israel telah memberi tahu komunitas Druze di Israel bahwa mereka akan campur tangan jika komunitas Druze di Suriah terancam," kata Barak Ravid pada 14 Desember 2024, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Monitor.
Ravid mencatat bahwa negara pendudukan menunjukkan keraguan besar mengenai HTS dan bahwa keraguan itu jauh lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh pemerintahan Presiden AS Joe Biden atau negara-negara Eropa terhadap kelompok tersebut.
Baca Juga: Gara-Gara Nyamuk Australia Keluarkan Travel Warning ke Bali
Jurnalis tersebut menyarankan bahwa negara pendudukan saat ini berupaya melemahkan kemampuan tentara Suriah yang tersisa, dengan menjelaskan bahwa Israel telah mengintensifkan serangan udaranya dalam beberapa hari terakhir, melebihi 400 kali.
Hal ini telah menyebabkan pasukan udara dan laut Suriah menghilang drastis, selain penghancuran depot senjata Suriah dan program senjata kimia.
Ravid menekankan bahwa negara pendudukan akan terus mengebom fasilitas yang tersisa dalam beberapa hari mendatang, yang mencerminkan tujuannya untuk melemahkan tentara Suriah.
Artikel Terkait
Terang-terangan, Zionis Ingin Caplok Suriah hingga Arab Saudi Bentuk Israel Raya
Tahun 2019 Israel Akui Pasok Senjata ke Pemberontak Suriah di Dataran Tinggi Golan
Rezim Suriah Bashar Al Assad Berakhir, Rusia Beri Suaka
Rezim Bashar Al Assad di Suriah Tumbang, Pengamat Sebut Turki Memainkan Peran Penting Sejak Awal
Hamas Berkati Rakyat Suriah Tumbangkan Razim Al Asad