Pemerintahan Baru Menandai Babak Baru dalam Hubungan Iran-Indonesia

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Sabtu, 2 November 2024 | 19:44 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi mengajak Indonesia bersama Iran meningkatkan kerjasama kedua negara untuk membela Palestina foto IRNA
Menlu Iran Abbas Araghchi mengajak Indonesia bersama Iran meningkatkan kerjasama kedua negara untuk membela Palestina foto IRNA

Menteri Luar Negeri Iran Sayed Abbas Araghchi

 

Tahun ini menandai momen penting peringatan 75 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara Republik Islam Iran dan Republik Indonesia, sebuah tonggak sejarah yang bertepatan dengan dimulainya masa jabatan pemerintahan yang baru dilantik di kedua negara.

Warisan budaya bersama yang berakar pada tradisi Asia, penduduk yang sebagian besar beragama Islam, ketidakberpihakan dengan blok Timur dan Barat, kebijakan luar negeri yang berdaulat dan independen, dukungan untuk menghapus kolonialisme, dan, yang terpenting, dukungan yang tidak tergoyahkan bagi rakyat Palestina yang tertindas, merupakan faktor-faktor penting yang telah lama menjalin dan memperkuat ikatan antara rakyat Iran dan Indonesia. Hubungan ini, yang telah teruji oleh waktu, tidak melemah akibat penerapan embargo yang tidak adil dan sepihak oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Sebaliknya, kesulitan-kesulitan ini telah memperkuat tekad kedua negara untuk mendiversifikasi dan memperdalam hubungan keduanya, khususnya mengingat langkah-langkah Iran menuju kemandirian dan kemajuan di bidang-bidang seperti kedokteran, nano-teknologi, bio-teknologi, teknologi nuklir, kedirgantaraan, dan lainnya. Kunjungan bersejarah mendiang presiden Iran, Seyyed Ebrahim Raisi, ke Indonesia pada 23-24 Mei 2023, di tengah tekanan puncak dari embargo AS, dan penandatanganan 11 nota kesepahaman berikutnya di bidang politik, ekonomi, perawatan kesehatan, sains, teknologi, dan budaya antara Teheran dan Jakarta, membuktikan tekad bersama ini.

Peningkatan hubungan dengan negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara tetap menjadi prioritas agenda diplomatik pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian yang baru dibentuk. Dalam konteks ini, memperdalam hubungan dengan negara-negara yang merdeka dan berdaulat seperti Indonesia siap menjadi landasan kebijakan luar negeri pemerintahan ke-14. Pelaksanaan perjanjian yang disepakati selama kunjungan mendiang presiden ke Jakarta pada bulan Mei 2023 akan terus menjadi titik fokus dalam hubungan bilateral antara Iran dan Indonesia.

Selain itu, diantisipasinya pembentukan penerbangan langsung antara Iran dan Indonesia dalam waktu dekat, ditambah dengan peningkatan pertukaran antar-masyarakat, niscaya akan berkontribusi pada pemahaman dan kesadaran yang lebih dalam antara kedua negara, suatu upaya yang diharapkan akan menghasilkan dampak yang mendalam pada perluasan hubungan Teheran-Jakarta di bidang ekonomi, politik, dan budaya, antara lain. Hubungan antara Iran dan Indonesia tidak terbatas pada tingkat bilateral. Sebaliknya, hubungan tersebut dijiwai dengan potensi besar untuk kolaborasi baik di tingkat regional maupun internasional.

Pada tataran regional, peran Iran dan Indonesia yang tidak dapat disangkal sebagai kekuatan regional yang penting dalam membentuk tatanan geopolitik di Asia Barat dan Asia Tenggara. Kedua negara ini dapat memainkan peran strategis dalam mengelola tatanan global dengan mengurangi konflik dan mendorong stabilitas di kawasan masing-masing.

Di panggung global, kedua negara menikmati kerja sama yang kuat dan efektif dalam kerangka berbagai organisasi dan lembaga internasional. Sikap Indonesia yang berprinsip pada imparsialitas, non-selektivitas, universalitas, dan penolakan terhadap politisasi, khususnya dalam masalah-masalah yang menjadi perhatian global seperti hak asasi manusia, memberikan landasan yang kokoh bagi peningkatan hubungan Iran-Indonesia di tingkat internasional.

Di luar kerja sama internasional, Iran dan Indonesia, yang didorong oleh visi bersama mereka untuk membina tatanan global yang seimbang, dapat lebih memperkuat kemitraan mereka melalui kerja sama Selatan-Selatan, dengan demikian memberdayakan negara-negara berkembang secara instrumental. Yang paling penting adalah masalah Palestina, sebuah masalah yang, selama tujuh dekade terakhir, telah menjadi perhatian paling kritis bagi dunia Islam, yang menempati posisi sentral dalam hubungan dan kerja sama internasional Iran dan Indonesia.

Sikap dan tindakan Republik Islam Iran dan Republik Indonesia terkait Palestina berakar kuat tidak hanya pada prinsip-prinsip Islam tetapi juga pada mandat konstitusional kedua negara. Dukungan Iran yang tidak tergoyahkan, sebagaimana tercantum dalam Pasal 16 Prinsip Ketiga Konstitusi tahun 1979, yang mengamanatkan dukungan tegas bagi kaum tertindas di dunia, dan komitmen Indonesia, sebagaimana diutarakan dalam pembukaan Konstitusi tahun 1945 yang menyerukan penghapusan penjajahan di atas dunia, telah memastikan bahwa kedua negara tetap berada di garda terdepan dalam memberikan dukungan komprehensif bagi rakyat Palestina yang tertindas.

Mengingat semakin intensifnya kekejaman yang dilakukan oleh rezim Zionis terhadap rakyat Palestina selama setahun terakhir, telah tiba saatnya bagi Iran dan Indonesia untuk lebih memantapkan upaya mereka dalam mendukung kemerdekaan Palestina, yang dipandu oleh prinsip penentuan nasib sendiri bagi rakyat Palestina.

Sebagai penutup, penting untuk digarisbawahi bahwa lintasan utama kebijakan luar negeri pemerintahan ke-14 Republik Islam Iran adalah membuka cakrawala kerja sama baru dan memperluas hubungan yang komprehensif dan bersahabat dengan semua negara berdasarkan dialog, kolaborasi, kesetaraan, dan saling menghormati. Dalam kerangka ini, penguatan dan konsolidasi hubungan antara Iran dan Indonesia akan tetap menjadi prioritas utama.

Diharapkan dengan sungguh-sungguh bahwa dimulainya pemerintahan baru di Iran dan Indonesia akan meresmikan babak baru yang sejahtera dalam hubungan yang telah lama terjalin antara kedua negara Islam besar ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X