"Saat ini, seluruh staf medik dan pasien (diperkirakan 50 orang warga Palestina) tanpa pasokan makan, air, dan obat-obatan," katanya.
Kabar baiknya, pada Selasa pagi pihak rumah sakit berhasil menghidupkan generator yang sempat mati.
Baca Juga: Israel Penjajah Tingkatkan Pengepungan di Gaza Utara, Bantai Belasan Warga Jabalia
Meskipun demikian, pengepungan oleh penjajah Israel masih belum berhenti.
"Selasa pagi pada 22 Oktober waktu Gaza, generator rumah sakit berhasil dihidupkan dan sedang diusahakan mendapatkan sumber air dari sumur dekat rumah sakit," tutup pernyataan resmi tersebut.***
Artikel Terkait
Benarkah RS Indonesia di Gaza Diduduki Tentara Israel? Ini Penjelasan MER-C
RS Indonesia di Gaza Jadi Markas Tentara Israel, Komandan Julid Fi Sabilillah Minta Jokowi Lakukan Ini
MER-C Kirim Surat Terbuka ke WHO Usai RS Indonesia di Gaza Jadi Markas Tentara IDF
RS Indonesia di Gaza Utara Diserang Penjajah Israel, Direktur Ungkap Situasi Mencekam
Diserang Terus-menerus oleh Penjajah Israel, RS Indonesia di Gaza Utara: Tidak Ada Argumen Apa pun yang Bisa Diterima