MER-C Kirim Surat Terbuka ke WHO Usai RS Indonesia di Gaza Jadi Markas Tentara IDF

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 25 Desember 2023 | 14:01 WIB
MER-C Indonesia baru-baru ini kirim Surat Terbuka ke WHO buntut dijadikannya RS Indonesia markas tentara IDF. (Instagram.com/@mercindonesia)
MER-C Indonesia baru-baru ini kirim Surat Terbuka ke WHO buntut dijadikannya RS Indonesia markas tentara IDF. (Instagram.com/@mercindonesia)

SENAYANPOST - Buntut dijadikanny RS Indonesia di Gaza sebagai markas tentara IDF (Israel Defense Force), Ketua Presidium MER-C Dr Sarbini Abdul Murad membuat surat terbuka kepada organisasi kesehatan dunia WHO.

Dalam surat terbuka tersebut MER-C Indonesia juga meminta agar WHO bisa mengaktifkan kembali seluruh rumah sakit di Gaza setelah sebelumnya menjadi area baku tembak antara warga sipil dan tentara IDF.

Dr Sarbini juga dalam suratnya tersebut menekankan bahwa RS Indonesia di Gaza bukan tempat untuk dijadikan markas militer.

Surat terbuka tersebut ditujukan langsung kepada Direktur Jenderal WHO, dr Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Baca Juga: Deretan Merek Mobil dan Motor yang meraih Forwot Cars dan Motorcycle of the Year 2023

"Saya menulis kepada Anda dalam kapasitas saya sebagai Ketua Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), sebuah LSM Indonesia yang melakukan pembangunan Rumah Sakit Indonesia yang berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina, yang dibangun dari kemurahan hati masyarakat Indonesia untuk kemaslahatan rakyat Palestina," tulis Dr Sarbini dalam surat terbukanya pada 24 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari Instagram @mercindonesia.

Sebelumnya, MER-C Indonesia mengecam keras tindakan IDF yang menjadikan RS Indonesia di Gaza sebagai markas militer.

Di awal agresi, IDF juga menuding RS Indonesia di Gaza telah dibangun terowongan para pejuang Palestina, terutama dari kelompok Hamas.

"Telah menjadi perhatian kita bahwa banyak rumah sakit di Gaza telah dikepung, diserang, dan yang terburuk, telah digunakan sebagai pangkalan militer oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) seperti yang mereka lakukan terhadap Rumah Sakit Indonesia," lanjutnya.

Baca Juga: Link Nonton Welcome to Samdalri Episode 8 Sub Indo Malam Ini

Saat ini, RS Indonesia di Gaza berhenti beroperasi untuk sementara waktu setelah dibombardir oleh IDF.

"Kami sangat prihatin dengan potensi dampak tindakan ini terhadap keselamatan dan misi kemanusiaan fasilitas medis tersebut," terangnya.

Mewakili masyarakat Indonesia, MER-C meminta agar WHO segera turun tangan atas insiden ini.

"MER-C Indonesia atas nama masyarakat Indonesia mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk turun tangan dan mengadvokasi perlindungan seluruh rumah sakit di sepanjang Jalur Gaza agar tidak digunakan sebagai instalasi militer," jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X