Baca Juga: Israel Terus Bombardir Sekolah UNRWA di Gaza Utara, 22 Warga Palestina Syahid
Sekitar 400 ribu warga Gaza terjebak dan tidak bisa pergi ke daerah selatan karena berbahaya.
Tidak hanya itu, bantuan kemanusiaan juga terputus sejak awal Oktober.
Kemudian sambungan internet pun terbatas sehingga hanya sedikit berita yang datang dari daerah Gaza Utara, terutama di daerah Kamp Jabalia.
Meskipun begitu, para pejuang Palestina terus memberikan pukulan terhadap tentara penjajah agar pergi dari daerah tersebut.
"Tolong saudara dan saudari kami, semua lembaga kemanusiaan. Panggilan mendesak hanya untuk membantu staf medis kami dan orang-orang yang terluka," tutupnya.***
Artikel Terkait
RS Indonesia di Gaza Dikepung Tentara Israel, Menlu Retno Marsudi Ungkap 3 WNI Hilang Kontak
Benarkah RS Indonesia di Gaza Diduduki Tentara Israel? Ini Penjelasan MER-C
RS Indonesia di Gaza Jadi Markas Tentara Israel, Komandan Julid Fi Sabilillah Minta Jokowi Lakukan Ini
MER-C Kirim Surat Terbuka ke WHO Usai RS Indonesia di Gaza Jadi Markas Tentara IDF
Terkonfirmasi, Yahya Sinwar Kepala Biro Politik Hamas Gugur di Medan Perang