Pengamat: Gegara Ini, Dunia Barat Sebar Kebohongan soal 'Perpecahan Sunni dan Syiah'

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 20:09 WIB
Pengamat Timur Tengah Hatem Bazian mengungkapkan bagaimana narasi Sunni Syiah ikut berkontribusi atas konflik di daerah tersebut. (X.com/@UNRWA)
Pengamat Timur Tengah Hatem Bazian mengungkapkan bagaimana narasi Sunni Syiah ikut berkontribusi atas konflik di daerah tersebut. (X.com/@UNRWA)

Sebelum ditemukannya minyak Timur Tengah pada tahun 1908 di Iran, fokus utama dunia adalah pada rute perdagangan ke Asia, bahan mentah, dan merebut pasar untuk surplus produksi industri dari pabrik-pabrik di seluruh Eropa dan Amerika Utara.

Bazian menegaskan bahwa perpecahan antara Sunni dan Syiah sudah ada sebelumnya.

Kemudian kolonialisme dan keserakahan Eropa memicu dan memperdalam perpecahan antara Sunni dan Syiah.

"Agama digunakan sebagai instrumen kekaisaran untuk memotivasi dan merangsang kebijakan intervensionis, dan untuk memperluas jejak ekonomi dan politik kolonial di seluruh dunia," jelasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X