Sejak perang dimulai, otoritas Israel sering menyatakan bahwa infrastruktur sipil seperti rumah sakit dan sekolah digunakan oleh Hamas sebagai pusat komando dan kendali, tanpa memberikan bukti apa pun.
Maha al-Sarsak, seorang pengungsi Palestina dari Kota Gaza yang berlindung di Rumah Sakit Al-Aqsa, mengatakan ibunya mendengar suara pesawat tanpa awak di langit pada pukul 1 pagi.
Baca Juga: Aturan Main Baru di Dinamika Geopolitik Timur Tengah
"Begitu kami berbaring, serangan itu mengenai halaman rumah sakit. Sekitar tujuh menit kemudian terjadi kebakaran," katanya.
Sarsak dan ibunya melarikan diri dengan tergesa-gesa. Namun, dua anggota keluarga al-Dalou, katanya, tidak dapat pergi tepat waktu.
"Mereka keluar dengan kerangka hangus," katanya sambil menangis.
"Saya melihat kematian dengan mata kepala saya sendiri. Itu menakutkan, ungkapnya.
"Saya melihat sesuatu terbakar di dalam api dan mengira itu kasur, tetapi kemudian saya menyadari itu adalah seorang wanita," jelasnya.
"Semoga Tuhan membakarmu di neraka Netanyahu," imbuh Sarsak, merujuk pada perdana menteri Israel.***
Artikel Terkait
2 Prajurit UNIFIL Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon, Menlu Retno Sebut Pelanggaran Hukum Internasional
TNI Konfirmasi 2 Prajurit Bertugas di UNIFIL yang Jadi Korban Serangan Israel, Begini Kondisinya
Terang-terangan, Zionis Ingin Caplok Suriah hingga Arab Saudi Bentuk Israel Raya
Tidak Hanya Fatah, Faisal Assegaf Sebut Pemerintah Indonesia Harus Buka Hubungan dengan Hamas: Jangan Takut Amerika dan Israel
Israel Penjajah Kepung Kamp Jabalia di Gaza Utara, 400 Ribu Warga Terjebak