SENAYANPOST - Perwakilan Iran di PBB menegaskan bahwa negaranya tidak terlibat dalam Operasi Badai Al Aqsa yang diinisiasi oleh Kelompok Perlawanan Palestina.
Sebagaimana diketahui, Operasi Badai Al Aqsa dimulai pada 7 Oktober 2023 yang merupakan bentuk perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajahan Israel.
Lebih lanjut, Iran menggarisbawahi bahwa terlibatan negaranya dengan operasi itu tidak memiliki kredibilitas dan didasarkan pada dokumen yang dibuat-buat.
"Sementara pejabat Hamas yang berkantor pusat di Doha telah menyatakan sendiri bahwa mereka juga tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang operasi tersebut dan bahwa semua perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengarahan semata-mata dilaksanakan oleh sayap militer Hamas yang berkantor pusat di Gaza," bunyi pernyataan resmi perwakilan Iran di PBB sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari IRNA pada 12 Oktober 2024.
Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Serukan Asia Timur Segera Akui Negara Palestina di KTT ASEAN
"Klaim apa pun yang mencoba mengaitkannya dengan Iran atau Hizbullah, baik sebagian atau seluruhnya, tidak memiliki kredibilitas dan berasal dari dokumen yang dibuat-buat," lanjut pernyataan tersebut.
Pernyataan tersebut menyusul laporan media Amerika termasuk The New York Times yang mengklaim telah memperoleh dokumen yang disita oleh militer Israel tentang bagaimana Hamas merencanakan Operasi Badai Al Aqsa yang dilakukan pada 7 Oktober 2023.
Harian AS tersebut mengklaim bahwa peninjauan terhadap dokumen tersebut menunjukkan bahwa Hamas telah lama merencanakan operasi tersebut dan mengadakan pertemuan dengan Iran dan gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon untuk meminta bantuan mereka dan membuat mereka bergabung dalam operasi tersebut.
Baca Juga: KSAD Tanggapi Rencana Penambahan Pasukan Penjaga Perdamaian UNIFIL di Lebanon
Hal ini juga senada disampaikan oleh Abu Ubaidah dalam satu pidatonya terkait operasi ini.
Abu Ubaidah yang merupakan juru bicara Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas menegaskan bahwa operasi ini tidak ada kaitannya dengan Iran ataupun Hizbullah di Lebanon.
Lebih lanjut, juru bicara Brigade Al Qassam mengatakan bahwa operasi ini merupakan tanggapan atas penjajahan yang dilakukan oleh Israel yang telah berlangsung selama 76 tahun.
Sebelum melancarkan operasi ini, rakyat Palestina di Tepi Barat dan Gaza selalu mendapatkan teror dari Pasukan Pendudukan Israel (IOF) dan tidak sedikit menimbulkan korban jiwa dari warga sipil.
Artikel Terkait
Bagaimana Israel Respons Serangan Iran? Ini Kata Pengamat
Momen Langka, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Sampaikan Khutbah Salat Jumat: Saatnya Umat Islam Bersatu
Laporan WSJ: Rudal Iran Sukses Repotkan Pertahanan Udara Israel
Menlu Iran Sambangi Pangeran MBS di Arab Saudi, Bicarakan Hal Ini
Temui Pangeran MBS, Menlu Iran Bahas Penyelesaian Perang