Peringatan 1 Tahun Operasi Badai Al Aqsa, Abu Ubaidah Ungkap Nasib Warga Israel yang Disandera

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 9 Oktober 2024 | 13:13 WIB
Juru bicara Brigade Al Qassam, Abu Ubaidah dari Hamas ungkap nasib warga Israel yang jadi sandera setelah satu tahun Operasi Badai Al Aqsa. (Dokumentasi Al Qassam)
Juru bicara Brigade Al Qassam, Abu Ubaidah dari Hamas ungkap nasib warga Israel yang jadi sandera setelah satu tahun Operasi Badai Al Aqsa. (Dokumentasi Al Qassam)

SENAYANPOST - Juru bicara Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas, Abu Ubaidah ungkap nasib para sandera yang ditahan dalam pidato peringatan satu tahun Operasi Badai Al Aqsa belum lama ini.

Abu Ubaidah menegaskan bahwa nasib para sandera yang saat ini berada di Gaza berada di tangan para penguasa Israel, yakni Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Lebih lanjut, Abu Ubaidah juga menerangkan bahwa situasi para sandera semakin sulit di mana Israel terus-menerus membombardir Jalur Gaza meskipun dunia internasional mendesak untuk gencatan senjata.

"Anda bisa menghidupkan kembali semua tahanan Anda setahun yang lalu jika hal itu sesuai dengan ambisi Netanyahu dan konsisten dengan kepentingannya," kata Abu Ubaidah dalam pidatonya yang disampaikan pada 7 Oktober 2024 sore atau sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca Juga: Fantastis! Bantuan Militer AS ke Israel Capai Rp278,5 Triliun

Juru bicara Brigade Al Qassam itu mengatakan bahwa sitasi para sandera yang tersisa semakin hari semakin sulit dan risiko yang mengancam nyawa semakin meningkat tiap harinya.

Dia menjelaskan bahwa kelompok yang ditugaskan untuk menjaga tahanan memiliki instruksi bahwa memasuki area mana pun dalam kerangka zona pertempuran dan bentrokan akan mengalihkan nasib tahanan musuh ke kebijaksanaan penjaga langsung mereka.

Ia juga menekankan bahwa nasib tahanan musuh bergantung pada keputusan dari pihak yang berwenang, kepemimpinan pemerintah pendudukan, dan bahwa masalah ini sangat serius dan berbahaya.

"Kami tidak menutup kemungkinan untuk memasukkan berkas mereka ke dalam terowongan yang gelap," ujarnya.

Baca Juga: Gerakan Hamas Puji Serangan Rudal Balistik Iran ke Israel

Sebagaimana diketahui, Brigade Al Qassam bersama Faksi Perlawanan Palestina setidaknya telah menculik 251 orang warga Israel yang nantinya akan ditukar dengan warga Palestina di penjara Israel yang jumlahnya kini sudah mencapai 10.400 orang.

Sampai berita ini dibuat, sekitar 98 orang sandera tersisa di Gaza.

Dalam sebuah laporan, 64 orang diyakini masih hidup, sementara 34 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Selama gencatan senjata November lalu, 112 sandera dibebaskan, sementara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berhasil menyelamatkan delapan sandera lainnya sejak mereka memasuki Gaza.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Qassam

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X