SENAYANPOST - Juru bicara Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas, Abu Ubaidah ungkap nasib para sandera yang ditahan dalam pidato peringatan satu tahun Operasi Badai Al Aqsa belum lama ini.
Abu Ubaidah menegaskan bahwa nasib para sandera yang saat ini berada di Gaza berada di tangan para penguasa Israel, yakni Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Lebih lanjut, Abu Ubaidah juga menerangkan bahwa situasi para sandera semakin sulit di mana Israel terus-menerus membombardir Jalur Gaza meskipun dunia internasional mendesak untuk gencatan senjata.
"Anda bisa menghidupkan kembali semua tahanan Anda setahun yang lalu jika hal itu sesuai dengan ambisi Netanyahu dan konsisten dengan kepentingannya," kata Abu Ubaidah dalam pidatonya yang disampaikan pada 7 Oktober 2024 sore atau sekitar pukul 22.00 WIB.
Baca Juga: Fantastis! Bantuan Militer AS ke Israel Capai Rp278,5 Triliun
Juru bicara Brigade Al Qassam itu mengatakan bahwa sitasi para sandera yang tersisa semakin hari semakin sulit dan risiko yang mengancam nyawa semakin meningkat tiap harinya.
Dia menjelaskan bahwa kelompok yang ditugaskan untuk menjaga tahanan memiliki instruksi bahwa memasuki area mana pun dalam kerangka zona pertempuran dan bentrokan akan mengalihkan nasib tahanan musuh ke kebijaksanaan penjaga langsung mereka.
Ia juga menekankan bahwa nasib tahanan musuh bergantung pada keputusan dari pihak yang berwenang, kepemimpinan pemerintah pendudukan, dan bahwa masalah ini sangat serius dan berbahaya.
"Kami tidak menutup kemungkinan untuk memasukkan berkas mereka ke dalam terowongan yang gelap," ujarnya.
Baca Juga: Gerakan Hamas Puji Serangan Rudal Balistik Iran ke Israel
Sebagaimana diketahui, Brigade Al Qassam bersama Faksi Perlawanan Palestina setidaknya telah menculik 251 orang warga Israel yang nantinya akan ditukar dengan warga Palestina di penjara Israel yang jumlahnya kini sudah mencapai 10.400 orang.
Sampai berita ini dibuat, sekitar 98 orang sandera tersisa di Gaza.
Dalam sebuah laporan, 64 orang diyakini masih hidup, sementara 34 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Selama gencatan senjata November lalu, 112 sandera dibebaskan, sementara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berhasil menyelamatkan delapan sandera lainnya sejak mereka memasuki Gaza.
Artikel Terkait
Ngeri! Abu Ubaidah Sebut Pejuang Palestina Hancurkan 100 Tank Israel Penjajah dalam 10 Hari Pertempuran di Gaza
Israel Penjajah Evakuasi Tiga Jenazah Tawanan Hamas, Ini Kata Abu Ubaidah
Abu Ubaidah Sebut Pejuang Palestina Siap Perang Panjang, Pastikan Gaza Jadi Kuburan Tentara Israel
Abu Ubaidah Sebut Israel Bunuh Beberapa Sandera di Nuseirat Gaza
Hari ke-275 Genosida di Gaza, Abu Ubaidah: Mimpi Buruk Israel Penjajah di Tepi Barat dan Yerusalam Pasti Datang!