SENAYANPOST - Masuki hari ke-296 genosida di Gaza, tentara Israel (IDF) mengirim lebih banyak pasukannya ke daerah selatan hingga lebih banyak warga yang mengungsi.
Hingga kini, tentara Israel masih memburu para pejuang Hamas dan faksi Perlawanan Palestina lainnya yang menurut klaimnya sedang bersembunyi di balik tenda pengungsian.
Berkali-kali pula faksi Perlawanan Palestina membantah bahwa mereka bersembunyi di balik warga sipil dan menuding tentara Israel yang menyerang warga sipil sebagai kegagalan militer yang nyata.
Dalam 24 jam terakhir, pejabat kesehatan Gaza mengatakan serangan militer Israel telah menewaskan setidaknya 66 rakyat Palestina di seluruh wilayah kantong tersebut.
Baca Juga: Gara-gara Ini, Negosiator Top Israel Mundur dari Pembicaraan Gencatan Senjata di Gaza
Tank-tank Israel bergerak lebih dalam ke tiga kota Al Karara, Al Zanna, dan Bani Suhaila, di timur Khan Younis di Gaza selatan, dan petugas medis mengatakan sedikitnya sembilan warga Palestina tewas sebelumnya pada hari Minggu oleh serangan militer Israel di daerah-daerah tersebut.
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Reuters pada 28 Juli 2024, penduduk mengatakan pertempuran sengit dapat terdengar di daerah timur Khan Younis tempat tentara beroperasi.
Serangan baru itu menyebabkan ribuan keluarga meninggalkan rumah mereka dan menuju ke daerah-daerah yang penuh sesak di Al Mawasi di sebelah barat, dan utara ke Deir Al Balah.
Selama beberapa hari terakhir, militer Israel mengatakan serangan di Khan Younis timur merupakan respons terhadap serangan baru, termasuk penembakan roket, dari daerah tersebut dan untuk mencegah Hamas berkumpul kembali.
Dikatakan bahwa pasukan membunuh puluhan militan di daerah tersebut dan menghancurkan infrastruktur militer.
Sementara itu, di Rafah, dekat perbatasan dengan Mesir, pasukan Israel maju lebih dalam ke bagian utara kota, di mana mereka belum mengambil kendali penuh.
Tank-tank juga menembaki beberapa daerah di Jalur Gaza tengah termasuk kamp Bureij, kamp Nuseirat, dan desa Juhr El Deek.
Pada hari Minggu, Direktur CIA William Burns diperkirakan akan bertemu di Roma dengan rekan-rekannya dari Israel dan Mesir serta perdana menteri Qatar untuk membicarakan gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera oleh Hamas.
Artikel Terkait
AS Sebut Misi Pelabuhan Sementara Gaza Selesai, Hanya Penuhi Kebutuhan Warga Sehari Saja
Update Gencatan Senjata di Gaza, AS Ungkap Ada Masalah Ini
Netanyahu Bakal Sambangi Presiden AS Joe Biden di Tengah Genosida Gaza
Netanyahu Ungkap Rencana Pascaperang, Tak Ingin Jalur Gaza Dipimpin Otoritas Palestina dan Hamas
Gara-gara Ini, Negosiator Top Israel Mundur dari Pembicaraan Gencatan Senjata di Gaza