Benjamin Netanyahu Tak Terima Warga Israel Kena Sanksi AS: Kita Sedang Melawan Monster Teror

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 21 April 2024 | 13:33 WIB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu tak terima warganya kena sanksi Amerika Serikat (AS) belum lama ini. (Twitter.com/@IsraeliPM)
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu tak terima warganya kena sanksi Amerika Serikat (AS) belum lama ini. (Twitter.com/@IsraeliPM)

SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengungkapkan 'keprihatinannya' usai warganya kena sanksi oleh Amerika Serikat (AS).

Meningkatnya eskalasi konflik di Gaza dan Tepi Barat Palestina, AS tak segan-segan memberikan sanksi kepada warga Israel penjajah yang melakukan pelanggaran.

Sebagian dari warga Israel yang terkena sanksi AS tersebut ada yang sedang melakukan wajib militer dalam Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

"Sanksi tidak boleh dijatuhkan pada Pasukan Pertahanan Israel (IDF)!" cuit Benjamin Netanyahu pada 21 April 2024, dikutip SenayanPost.com dari akun X @netanyahu.

Netanyahu saat ini berusaha untuk melobi pemerintah AS agar menghentikan pemberian sanksi terhadap warga Israel yang kebanyakan memegang kewarganegaraan ganda.

Baca Juga: Benjamin Netanyahu 'Tantrum', Batal Kirim Delegasi Israel ke AS Gegara Ini

"Dalam beberapa minggu terakhir, saya telah berupaya menentang penerapan sanksi terhadap warga Israel, termasuk dalam percakapan saya dengan pejabat senior pemerintah Amerika," lanjutnya.

Netanyahu menegaskan bahwa saat ini Israel sedang melawan teror dari Perlawanan Palestina.

"Pada saat tentara kita sedang melawan monster teror, niat untuk menjatuhkan sanksi pada unit di IDF adalah puncak dari absurditas dan rendahnya moral," ungkapnya.

Selanjutnya, Netanyahu akan melakukan apa pun agar AS tidak terus-menerus memberikan sanksi kepada warganya.

"Pemerintahan yang saya pimpin akan melakukan segala cara untuk menentang tindakan ini," tutupnya.

Baca Juga: Presiden AS Joe Biden Ultimatum Netanyahu soal Agresi Israel Penjajah ke Rafah

Sebagaimana diketahui, perang antara Israel dan Perlawanan Palestina sudah memasuki hari ke-198 yang dimulai pada 7 Oktober 2023.

Operasi yang bernama Badai Al Aqsa ini merupakan tanggapan Perlawanan Palestina atas apa yang dilakukan penjajah Israel dalam tujuh dekade terakhir dan semakin intens beberapa bulan sebelum akhirnya operasi militer itu dilancarkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Twitter @netanyahu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X