Qatar Ungkap Perkembangan Terkini Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza, Israel Jadi Penghalang Terbesar?

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 19 April 2024 | 17:20 WIB
Qatar ungkap proses negosiasi gencatan senjata di Gaza yang berlangsung alot antara Hamas dan Israel dalam enam bulan terakhir. (Twitter.com/@UNRWA)
Qatar ungkap proses negosiasi gencatan senjata di Gaza yang berlangsung alot antara Hamas dan Israel dalam enam bulan terakhir. (Twitter.com/@UNRWA)

Dia menambahkan bahwa belum ada konsesi mengenai penarikan pasukan Israel dari Gaza atau diizinkannya para pengungsi untuk kembali.

"Penjajah mencari kesepakatan sementara untuk membebaskan tahanannya, setelah itu perang dan genosida akan berlanjut," katanya.

"Upaya Netanyahu dan pemerintahannya untuk membebaskan para tahanan secara paksa telah gagal, dan tidak ada alternatif lain selain kesepakatan nyata dengan kelompok perlawanan," lanjutnya.

Baca Juga: Temui Jalan Buntu, Israel Penjajah Tolak Usulan Gencatan Senjata dari Hamas

Hamas mengatakan bahwa hambatan utama dalam mencapai solusi gencatan senjata adalah Israel tidak ingin menerapkan gencatan senjata.

Seorang pejabat kelompok perlawanan Palestina mengatakan bahwa terserah pada AS untuk menekan Tel Aviv agar menandatangani perjanjian.

"Netanyahu tidak ingin mencapai kesepakatan dan keputusan sekarang ada di tangan Amerika," kata pejabat senior Hamas Bassem Naim pada awal Maret.

Kabinet Perang Israel Bahas Kemungkinan Pertukaran Tahanan dengan Hamas

Sementara itu, kabinet perang Israel akan mengadakan pertemuan pada Kamis malam untuk membahas kemungkinan kesepakatan pertukaran sandera dengan Hamas, menurut media lokal, Anadolu Agency melaporkan.

Baca Juga: Rusia dan China Kompak Veto AS Usulan Gencatan Senjata di Gaza, Ini Alasannya

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Middle East Monitor, Channel 12 Israel mengatakan pertemuan itu kemungkinan besar akan menjajaki cara mencapai kesepakatan untuk membebaskan warga Israel yang ditawan oleh kelompok Palestina.

Tidak ada komentar dari pemerintah Israel mengenai laporan media tersebut.

Pertemuan hari Kamis ini akan menjadi pertemuan pertama yang diadakan oleh Kabinet Perang sejak Hamas menolak usulan kesepakatan gencatan senjata dengan Israel awal pekan ini.

Pemerintahan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menghadapi tekanan yang meningkat dari keluarga para sandera dan pihak oposisi untuk mencapai kesepakatan pertukaran dengan Hamas.

Kelompok Palestina, yang diyakini menyandera sekitar 133 orang, menuntut diakhirinya serangan brutal Israel di Jalur Gaza sebagai imbalan atas kesepakatan pertukaran sandera-tahanan dengan Tel Aviv.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Monitor, The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X