Presiden Rusia Vladimir Putin Bakal Hukum Berat Pelaku Serangan Teror di Crocus City Hall

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 24 Maret 2024 | 08:07 WIB
Presiden Rusia, Vladimir Putin berkomitmen akan meringkus pelaku serangan teror di Crocus City Hall yang telah menewaskan 133 orang. (Twitter.com/@mfa_russia)
Presiden Rusia, Vladimir Putin berkomitmen akan meringkus pelaku serangan teror di Crocus City Hall yang telah menewaskan 133 orang. (Twitter.com/@mfa_russia)

SENAYANPOST - Presiden Rusia Vladimir Putin bersumpah akan berikan hukuman berat bagi para pelaku serangan teror di Crocus City Hall, Moskow belum lama ini.

Serangan teror di Crocus City Hall tersebut setidaknya menewaskan 133 warga sipil dan ratusan lainnya terluka.

Presiden Putin mengatakan bahwa pihak berwenang Rusia telah menangkap 11 orang terduga pelaku serangan teror yang terjadi pada Jumat lalu.

11 orang tersebut termasuk empat tersangka pria bersenjata yang diduga kuat bertanggung jawab atas serangan teror.

Sementara itu, Putin dalam pidato negaranya mengatakan bahwa mereka yang berada di balik serangan tersebut akan diadili.

Baca Juga: Presiden Rusia Vladimir Putin Kirim Ucapan Selamat ke Prabowo Subianto Usai Pemilu 2024

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English, jumlah korban tewas akibat pembantaian tersebut secara resmi telah dikonfirmasi sebanyak 133 orang oleh Komite Investigasi negara Rusia, meskipun laporan sebelumnya menyebutkan jumlah yang lebih tinggi.

Balai Kota Crocus di Moskow menjadi korban penembakan dan kebakaran yang mengerikan, yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan cedera, pihak berwenang Rusia mengkonfirmasi pada hari Jumat.

Insiden ini telah memicu kecaman global, dan para pejabat menyebutnya sebagai 'serangan teroris berdarah'.

Suara tembakan terdengar di ruang konser sesaat sebelum api melalapnya.

Dinas Keamanan Federal (FSB) melaporkan adanya korban jiwa dan cedera setelah serangan tersebut.

Baca Juga: 3 Poin Penting Wawancara Presiden Vladimir Putin dan Tucker Carlson, Salah Satunya Bahas soal Ukraina

Angka awal yang dilaporkan TASS memperkirakan 40 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka akibat serangan teroris tersebut.

Orang-orang bersenjata, yang dilaporkan terkait dengan Negara Islam (ISIS), ditangkap ketika mencoba melarikan diri menuju perbatasan Ukraina.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Mayadeen English

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X