Hamas Kirim Rincian Proposal Terbaru Gencatan Senjata di Gaza, Israel Penjajah Tolak Mentah-mentah

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 16 Maret 2024 | 05:05 WIB
Hamas mewakili faksi Perlawanan Palestina kirim proposal gencatan senjata setelah berkali-kali ditolak penjajah Israel. (t.me/hamas.ps)
Hamas mewakili faksi Perlawanan Palestina kirim proposal gencatan senjata setelah berkali-kali ditolak penjajah Israel. (t.me/hamas.ps)

SENAYANPOST - Hamas belum lama ini mengirim proposal gencatan senjata kepada mediator dan Amerika Serikat (AS) yang salah satu isinya membicarakan soal pembebasan tawanan.

Dalam rincian yang dikirimkan kepada para mediator, Hamas meminta Israel penjajah untuk membebaskan di antaranya 100 warga Palestina yang dihukum seumur hidup.

Lebih lanjut, Hamas juga akan membebaskan tawanan perempuan, anak-anak, orang tua, dan orang sakit sebagai imbalan atas pembebasan sekitar 700 hingga 1.000 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel penjajah.

Sementara itu, pemerintah Israel penjajah sampai artikel ini dibuat masih mendiskusikan proposal gencatan senjata dari Hamas tersebut dan disaat yang bersamaan rencananya akan menyerang Rafah.

Baca Juga: Hamas Bantah Klaim Al Arabiya soal Gencatan Senjata di Gaza dengan Penjajah Israel

Pernyataan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa proposal terbaru itu masih didasarkan pada 'tuntutan yang tidak realistis'.

Perkembangan terkini mengenai masalah ini akan diserahkan kepada kabinet perang dan kabinet keamanan tambahan pada hari Jumat.

Mesir dan Qatar telah berusaha mempersempit perbedaan antara Israel dan Hamas mengenai gencatan senjata yang seharusnya terjadi karena krisis kemanusiaan yang semakin parah menyebabkan seperempat penduduk di Jalur Gaza menghadapi kelaparan.

Pejabat Qatar tidak segera menanggapi permintaan komentar terhadap sikap awal Israel penjajah ini.

Mesir berusaha mencapai gencatan senjata di Gaza, meningkatkan pengiriman bantuan ke Jalur Gaza dan memungkinkan pengungsi Palestina di wilayah selatan dan tengah wilayah kantong tersebut untuk pindah ke wilayah utara, kata Presiden Abdel Fattah al-Sisi pada hari Jumat.

Baca Juga: Penjajah Israel 'Ogah-ogahan' Gencatan Senjata di Gaza, Ismail Haniyeh Sebut Hamas Siap Capai Kesepakatan

"Kita berbicara tentang mencapai gencatan senjata di Gaza, yang berarti gencatan senjata, memberikan bantuan dalam jumlah terbesar," katanya kepada akademi kepolisian Mesir pada 15 Maret 2024, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.

Sisi juga memperingatkan bahaya serangan Israel ke Rafah, yang terletak di perbatasan dengan Mesir.

Kemungkinan Serangan Darat di Rafah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X