SENAYANPOST - Negara ASEAN dan Australia mengeluarkan sikap bersama terkait konflik di Gaza, Palestina yang memasuki hari ke-151.
Dalam pernyataan sikap bersama tersebut, ASEAN dan Australia mendesak adanya gencatan senjata antara pasukan Perlawanan Palestina dan penjajah Israel di Gaza.
Tidak hanya itu, ASEAN dan Australia juga mendukung penuh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) untuk melaksanakan tugasnya.
"Kami menegaskan kembali keprihatinan kami mengenai situasi kemanusiaan yang mengerikan di Gaza, yang semakin memburuk setelah serangan tanggal 7 Oktober," bunyi pernyataan sikap bersama yang dikeluarkan ASEAN dan Australia pada 6 Maret 2024.
Para pemimpin negara ASEAN dan Australia yang kini tengah berkumpul untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Melbourne juga mengutuk keras serangan penjajah Israel kepada warga sipil di Gaza.
Baca Juga: Kelompok Perlawanan Palestina Sebut Penjajah Israel Tak Serius soal Gencatan Senjata di Gaza
"Kami mengutuk serangan terhadap seluruh warga sipil dan infrastruktur sipil, yang semakin memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza termasuk terbatasnya akses terhadap makanan, air, dan kebutuhan dasar lainnya," lanjut pernyataan tersebut.
Berbeda dengan Amerika Serikat (AS) yang ingin gencatan senjata selama bulan Ramadhan, ASEAN dan Australia mendesak adanya gencatan senjata permanen.
"Kami mendesak gencatan senjata kemanusiaan yang segera dan permanen. Kami mendukung Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) dalam melaksanakan mandatnya dan Koordinator Senior Kemanusiaan dan Rekonstruksi PBB untuk Gaza untuk melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien, dan untuk memulai pekerjaan rekonstruksi pasca-konflik," ungkapnya.
Lebih lanjut, ASEAN dan Australia juga mendesak agar bantuan kemanusiaan segera didistribusikan tanpa hambatan.
Sejauh ini, Gaza terancam kelaparan akut akibat penjajah Israel yang membatasi jumlah truk yang masuk.
Baca Juga: Opini: Aaron Bushnell, Tentara AS Bakar Diri Demi Palestina
Tidak hanya itu, sejumlah warga Israel juga melakukan demonstrasi dan blokade di pintu Karem Shalom.
"Kami menyerukan akses kemanusiaan yang cepat, aman, tanpa hambatan dan berkelanjutan bagi semua yang membutuhkan, termasuk melalui peningkatan kapasitas di perbatasan, termasuk melalui laut," jelasnya.
Artikel Terkait
Menlu Iran Temui Petinggi Perlawanan Palestina di Lebanon, Puji Ketangguhan para Pejuang di Gaza dan Tepi Barat
Pertama Kalinya, AS Usulkan Rencana Gencatan Senjata Sementara di Gaza
Indonesia Suarakan Konflik Gaza di Pertemuan G20, Menlu Retno Marsudi: Ini Bukan Hanya Bencana Kemanusiaan
Jelang Ramadhan, Joe Biden Setuju Israel Gencatan Senjata di Gaza
Kelompok Perlawanan Palestina Sebut Penjajah Israel Tak Serius soal Gencatan Senjata di Gaza