Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggambarkan komentar tersebut sebagai 'memalukan dan serius'.
"Ini adalah sebuah upaya untuk meremehkan Holocaust dan sebuah upaya untuk menyerang orang-orang Yahudi dan hak Israel untuk membela diri. Membandingkan Israel dengan Nazi dan Hitler adalah tindakan melewati batas," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
Lula, 78, mengutuk serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan sebagai tindakan 'teroris' pada hari serangan itu terjadi.
Baca Juga: Presiden Rusia Vladimir Putin Kirim Ucapan Selamat ke Prabowo Subianto Usai Pemilu 2024
Namun sejak itu, ia semakin vokal mengkritik kampanye militer balasan Israel di Gaza.
Setidaknya 1.139 orang tewas dalam serangan pimpinan Hamas di Israel selatan, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan angka resmi Israel.
Anggota Hamas juga menawan sekitar 250 orang, 130 di antaranya masih berada di Gaza, termasuk 30 orang yang diperkirakan tewas, menurut pihak berwenang Israel.
Serangan balasan Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 28.858 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut pihak berwenang Palestina.
Lula mengkritik keputusan negara-negara Barat baru-baru ini untuk menghentikan bantuan kepada badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, setelah Israel menuduh beberapa pegawainya terlibat dalam serangan yang dipimpin Hamas.
Lula, yang bertemu dengan Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh hari Sabtu di sela-sela KTT tersebut, mengatakan Brazil akan meningkatkan kontribusinya kepada badan tersebut dan mendesak negara-negara lain untuk melakukan hal yang sama.
Baca Juga: Abu Ubaidah Sebut Tak Unggah Semua Video Operasi Militer Badai Al Aqsa, Ini Alasannya
"Ketika saya melihat negara-negara kaya mengumumkan bahwa mereka menghentikan kontribusinya terhadap bantuan kemanusiaan untuk Palestina, saya hanya membayangkan betapa besarnya kesadaran politik orang-orang ini dan betapa besarnya semangat solidaritas di hati mereka," kata Lula.
"Kita harus berhenti menjadi kecil ketika kita perlu menjadi besar," tambahnya.
Dia menegaskan kembali seruannya untuk solusi dua negara terhadap konflik tersebut, dengan Palestina 'secara definitif diakui sebagai negara penuh dan berdaulat'.***
Artikel Terkait
Ditanya Fedi Nuril, Ini Jawaban Jubir Menhan Prabowo soal Kerja Sama Indonesia dan Israel
Hamas Kecam Keras Invasi Darat Penjajah Israel Renggut Lebih 100 Warga Palestina di Rafah
Hamas Bantah Tudingan Penjajah Israel Terkait Penggunaan Dua Rumah Sakit untuk Tujuan Militer
Hari ke-133 Perang di Palestina, Abu Ubaidah Sebut Operasi Badai Al Aqsa Ungkap Aib dan Kekalahan Israel
Makin Genting, Abu Ubaidah Ungkap Kondisi Warga Israel yang Jadi Tawanan Hamas