SENAYANPOST - Juru bicara sayap militer Hamas, Abu Ubaidah merilis pernyataan resmi setelah perang sengit antara Perlawanan Palestina dan penjajah Israel di Gaza.
Abu Ubaidah yang merupakan juru bicara Brigade Al Qassam mengatakan bahwa Operasi Badai Al Aqsa yang dilancarkan oleh pejuang Palestina ini telah mengubah wajah penjajah Israel di mata dunia.
Lebih lanjut, Operasi Badai Al Aqsa yang dimulai pada 7 Oktober 2023 itu telah mengungkap banyak aib dan kekalahan penjajah Israel.
"133 hari telah berlalu sejak dimulainya pertempuran Badai Al Aqsa yang mengubah dan akan mengubah wajah wilayah tersebut. Sejak pagi hari tanggal 7 Oktober 2023, telah menandai awal dari berakhirnya dan kemunduran pendudukan terpanjang dan terakhir dalam sejarah moderen, kekalahan, dan aib," kata Abu Ubaidah dalam pernyataan resminya pada 16 Februari 2024.
Baca Juga: Hamas Bantah Tudingan Penjajah Israel Terkait Penggunaan Dua Rumah Sakit untuk Tujuan Militer
Bukan tanpa alasan, operasi militer ini bertujuan untuk mengungkap wajah penjajah Israel sebenarnya kepada dunia setelah negara Zionis tersebut beberapa kali memprovokasi umat Islam.
Sebelum operasi militer itu dilancarkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di markas PBB secara terang-terangan menyebut adanya negara Israel Raya tanpa menyebut Palestina.
"Badai Al Aqsa yang dilancarkan demi Yerusalem dan dengan tujuan mendukung pendaratan Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, tidak akan surut dengan pertolongan Tuhan dan akan terbentuk semakin menghilangkan ketidakadilan dan agresi dari Al Aqsa dan negeri Isra dan Mi'raj, dan itu akan menjadi titik balik sejarah bangsa kita, insya Allah," lanjutnya.
Dalam pernyataan resminya, Abu Ubaidah juga memuji keteguhan rakyat Gaza yang saat ini masih intens dibombardir oleh penjajah Israel.
Baca Juga: Hamas Buka Suara Terkait Dua Tawanan yang Bebas, Temukan Fakta Lapangan Ini
"Wahai rakyat kami, wahai bangsa kami, selama lima bulan berturut-turut, perlawanan Palestina di Gaza, rakyat kami yang teguh menghadapi perang Zionis-Amerika yang masih tak berdaya di hadapan rakyat yang hebat dan dermawan," ungkapnya.
Secara tidak langsung Abu Ubaidah juga mengungkapkan bahwa musuh Zionis kesulitan untuk mengalahkan pasukan pejuang Perlawanan Palestina.
"Bagaimana mereka bisa mengalahkan bangsa yang kepada anak-anaknya diajarkan kejantanan yang menghasilkan generasi yang di mana laki-lakinya adalah legenda zaman dalam pertempuran dan kepahlawanan?" ujarnya.
Abu Ubaidah menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak akan menyerahkan begitu saja tanah kelahirannya kepada negara Zionis Israel.
Artikel Terkait
3 Poin Penting Pidato Abu Ubaidah dalam 100 Hari Agresi Israel: Fajar Kebebasan Semakin Dekat
Juru Bicara Brigade Al Qassam Abu Ubaidah Sebut Banyak Tawanan Israel yang Tewas Gegara Ini
100 Hari Agresi Israel ke Gaza, Abu Ubaidah Sebut Kelompok Perlawanan Bakal Perluas Operasi Badai Al Aqsa
Gadis Kecil dan Dua Kru Bulan Sabit Palestina Ditemukan Syahid Setelah 12 Hari Hilang Kontak
Hamas Kecam Keras Invasi Darat Penjajah Israel Renggut Lebih 100 Warga Palestina di Rafah