Hamas Bantah Tudingan Penjajah Israel Terkait Penggunaan Dua Rumah Sakit untuk Tujuan Militer

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 16 Februari 2024 | 18:11 WIB
Hamas dalam pernyataan resminya membantah tudingan Israel terkait penggunaan dua rumah sakit di Gaza Palestina untuk tujuan militer. (t.me/HamasOnline)
Hamas dalam pernyataan resminya membantah tudingan Israel terkait penggunaan dua rumah sakit di Gaza Palestina untuk tujuan militer. (t.me/HamasOnline)

SENAYANPOST - Hamas baru-baru ini merilis pernyataan resmi menjawab tudingan penjajah Israel terkait penggunaan dua rumah sakit di Gaza, Palestina untuk kepentingan militer.

Dalam pernyataan resminya, Hamas membantah secara tegas menggunakan Kompleks Medis Nasser dan Rumah Sakit Al Amal di Khan Younis untuk melakukan operasi militer di sana, seperti yang dituduhkan oleh penjajah Israel.

Lebih lanjut, Hamas menerangkan bahwa dua orang yang ditangkap di dua rumah sakit itu oleh penjajah Israel adalah sebuah kebohongan.

"Klaim juru bicara tentara penjajah teroris, bahwa Hamas menggunakan Kompleks Medis Nasser dan Rumah Sakit Al Amal di Khan Yunis, untuk tujuan militer, dan klaimnya bahwa tentara fasis menangkap anggota perlawanan di sana, adalah sebuah mata rantai baru dalam serangkaian kebohongan yang ia sebarkan untuk membenarkan kejahatan perang dan pelanggaran mencolok terhadap rumah sakit dan sektor kesehatan di Jalur Gaza," bunyi pernyataan resmi pada 16 Februari 2024, dikutip SenayanPost.com dari akun resmi Telegram Hamas.

Baca Juga: Hamas Kecam Keras Invasi Darat Penjajah Israel Renggut Lebih 100 Warga Palestina di Rafah

Menurut Hamas, penjajah Israel berusaha untuk melumpuhkan infrastruktur kesehatan tersebut di Gaza.

Ini adalah upaya penjajah Israel secara terang-terangan melakukan kejahatan perang setelah sebelumnya diperintahkan Mahkamah Internasional untuk mencegah kejahatan genosida.

"Dan pasukannya yang kalah berusaha untuk mengeliminasi RS itu dari sistem kesehatan, sebagai bagian dari kebijakan teroris pemerintahnya, yang menargetkan struktur sipil di Jalur Gaza, dan melanjutkan perang pemusnahan dan pengungsian yang dilakukan terhadap warga sipil yang tidak berdaya," lanjut pernyataan tersebut.

Hamas juga menegaskan bahwa Kelompok Perlawanan Palestina berusaha untuk menetralisir fasilitas publik dari aktivitas militer, berlawanan dengan apa yang diklaim oleh penjajah Israel melalui IDF.

"Kami telah berulang kali menekankan bahwa kebijakan perlawanan Palestina adalah, dan masih, untuk menetralisir lembaga-lembaga publik, warga sipil, dan sektor kesehatan dari aktivitas militer apa pun, dan kami telah meminta lebih dari satu kali," lanjutnya.

Baca Juga: Gadis Kecil dan Dua Kru Bulan Sabit Palestina Ditemukan Syahid Setelah 12 Hari Hilang Kontak

Kelompok Perlawanan juga mendesak PBB dan pihak-pihak terkait untuk melakukan investigasi terkait apa yang diklaim oleh penjajah Israel.

Tidak hanya rumah sakit di Gaza Selatan, Rumah Sakit Indonesia yang berada di daerah utara juga menjadi korban kebrutalan tentara penjajah Israel.

Selanjutnya, Hamas mewakili kelompok Perlawanan mendesak dunia internasional untuk meminta pertanggungjawaban atas apa yang dilakukan penjajah Israel kepada Palestina.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Hamas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X