"Perayaan penjajah atas bebasnya dua sandera di sebuah apartemen, menurut pengakuannya, setelah periode ini (128 hari) dan melalui operasi keamanan militer yang kompleks, seperti yang mereka gambarkan, adalah upaya untuk meningkatkan moral yang runtuh dari tentara penjajah, mengingat kegagalan besar dalam mencapai tujuan mereka," ujarnya.
Diketahui, terdapat 134 tawanan yang merupakan warga Israel tersisa yang berada di tangan Hamas.
Dalam empat bulan terakhir, Israel mati-matian untuk menyelamatkan para tawanan.
Puluhan di antaranya dinyatakan tewas akibat bombardir udara Israel.
Baca Juga: Hamas Tawarkan Gencatan Senjata 3 Tahap dalam 135 Hari ke Israel, Begini Isinya
Sementara Israel tidak mencapai tujuan apa pun, Hamas mengklaim 134 tawanan tersisa adalah pencapaian gerakan Perlawanan Palestina.
"Setelah lebih dari empat bulan berturut-turut, tentara penjajah mengumumkan bahwa 134 tahanan masih berada dalam kepemilikan Brigade Al Qassam, dan ini merupakan pencapaian perlawanan," lanjutnya.***
Artikel Terkait
Menlu AS Antony Blinken Kembali ke Timur Tengah, Warga Palestina Minta Gencatan Senjata Sebelum Israel Gempur Rafah
Hamas Tawarkan Gencatan Senjata 3 Tahap dalam 135 Hari ke Israel, Begini Isinya
PM Israel Benjamin Netanyahu Tolak Usulan Gencatan Senjata, Bakal Terus Bombardir Gaza Sampai Hamas Kalah
Penjajah Israel Bakal Serang Rafah Tempat 1,4 Juta Pengungsi Palestina, Uni Eropa Sebut Mengkhawatirkan
Hamas Kecam Keras Invasi Darat Penjajah Israel Renggut Lebih 100 Warga Palestina di Rafah