Sejauh ini, Israel terus membombardir wilayah Gaza Selatan setelah sebelumnya diperintahkan oleh Mahkamah Internasional untuk mencegah kejahatan genosida.
"Genosida yang sedang terjadi di depan mata kita menuntut tindakan segera. Penghentian dana UNRWA yang dilakukan Kanada baru-baru ini, yang merupakan penyelamat bagi 90 persen penduduk Gaza, sangat memprihatinkan," ungkapnya.
Baca Juga: Jenderal AS Sebut Operasi Militer Israel di Gaza Jauh dari Kata Berhasil
Shouman juga mendesak agar Kanada tidak menarik dukungan pendanaan dari UNRWA yang sangat dibutuhkan oleh warga Gaza saat ini.
"Sebagai negara yang berlandaskan prinsip-prinsip kemanusiaan, jangan sampai kita terpengaruh oleh propaganda yang menyesatkan. Saya mendorong Anda untuk memprioritaskan pengembalian dana ke UNRWA dan melakukan advokasi yang kuat untuk gencatan senjata permanen," bebernya.
Kanada saat ini mendukung Israel dalam agresinya meskipun tidak secara terang-terangan.
"Kepemimpinan Anda membawa banyak pengaruh dan pengaruh bagi perdamaian. Saya mendorong Anda untuk menggunakan kekuatan demi kebaikan yang lebih besar, untuk berdiri teguh di sisi baik sejarah," tutup Mansour Shouman.***
Artikel Terkait
120 Hari Perang, Hamas dan Jihad Islam Palestina Bahas Operasi Badai Al Aqsa
110 Jam Berlalu, Nasib Anak 5 Tahun dan 2 Paramedis Bulan Sabit Merah Palestina Masih Belum Diketahui
Indonesia Membangun Perdamaian untuk Solusi Isu Palestina
Menlu AS Antony Blinken Kembali ke Timur Tengah, Warga Palestina Minta Gencatan Senjata Sebelum Israel Gempur Rafah
125 Hari Perang, PM Palestina Mohammad Shtayyeh: Kami Ingin Penarikan Penuh Tentara Israel dari Gaza