Sebagaimana ditegaskan kembali pada kesempatan sebelumnya, pejabat tersebut mengatakan Dokumen Paris saat ini sedang dipelajari.
"Prioritasnya adalah penghentian agresi secara komprehensif, penarikan pasukan pendudukan dari Gaza, mengamankan tempat penampungan bagi para pengungsi, dan menyelesaikan proses pertukaran yang serius," jelas pejabat tersebut.
Dia lebih lanjut menekankan bahwa media Zionis menyebarkan berita palsu dan palsu untuk membangkitkan opini publik mengenai negosiasi tersebut.
Terakhir, pejabat tersebut mengatakan Mesir dan Qatar telah menyatukan upaya mediasi.
Seorang pejabat Qatar juga mengatakan kepada wartawan bahwa memang belum ada kesepakatan.
"Belum ada kesepakatan. Hamas telah menerima proposal tersebut dengan positif namun kami menunggu tanggapan mereka," lanjutnya.
Sementara itu, penasihat media untuk kepala biro politik Hamas mengatakan kepada wartawan bahwa kelompok tersebut menerima proposal gencatan senjata Paris untuk gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza.
"(Namun) kami belum memberikan tanggapan terhadap proposal gencatan senjata Gaza, ini masih dipelajari," imbuhnya.
"Kami tidak bisa mengatakan bahwa tahap negosiasi saat ini adalah nol dan pada saat yang sama kami tidak bisa mengatakan bahwa kami telah mencapai kesepakatan," kata Taher al-Nono.***
Artikel Terkait
Hamas Tolak Usulan Israel Gencatan Senjata 2 Bulan, Minta Zionis Bebaskan Ribuan Tahanan di Yerusalem
Alasan ICJ Tak Keluarkan Pernyataan Gencatan Senjata dalam Kasus Kejahatan Genosida Israel
Hamas Tampaknya Tolak Usulan Israel untuk Tukar Tawanan, Ingin Gencatan Senjata Permanen
Hamas dan Jihad Islam Palestina soal Gencatan Senjata: Kami Ingin Jaminan Arab dan Dunia Internasional
Hamas Pertimbangkan Tawaran Israel soal Gencatan Senjata Tiga Tahap