Indonesia dan Diplomat Lainnya Walk Out Saat Dubes Israel Bicara di Dewan Keamanan PBB

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 25 Januari 2024 | 14:35 WIB
Menlu Indonesia, Retno Marsudi dan diplomat lainnya terlihat walk out saat dubes Israel Gilad Erdan bicara di Dewan Keamanan PBB. (Twitter.com/@Kemlu_RI)
Menlu Indonesia, Retno Marsudi dan diplomat lainnya terlihat walk out saat dubes Israel Gilad Erdan bicara di Dewan Keamanan PBB. (Twitter.com/@Kemlu_RI)

SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi bersama diplomat lainnya melakukan walk out saat Dubes Israel Gilad Erdan menyampaikan argumennya di Dewan Keamanan PBB terkait Palestina belum lama ini.

Aksi Menlu Retno Marsudi ini mendapat sorotan dari netizen di mana saat ini Israel terus melakukan kejahatan genosida di wilayah Palestina, khususnya Gaza dan Tepi Barat.

Nampaknya dunia internasional mulai gerah dengan apa yang dilakukan Israel di tanah Palestina.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres juga mengatakan bahwa penolakan solusi dua negara adalah hal yang tidak bisa diterima.

Selama sesi yang menegangkan yang berpusat pada pengiriman bantuan ke Gaza, Gilad Erdan, menghadapi aksi wal out beberapa duta besar, yang dilaporkan berasal dari Arab, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Indonesia Serukan Dunia Internasional Agar Stop Pasok Senjata ke Israel: Tidak Ada Negara yang Kebal Hukum

Hal ini dilakukan para diplomat ketika ia memulai dengan menyatakan bahwa dunia sedang berusaha untuk mengatasi masalah yang parah dengan Israel.

Pemogokan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kecaman global terhadap Israel dan sekutunya AS, karena jumlah warga Palestina yang dibunuh oleh Zionis dalam perang genosida yang sedang berlangsung di Jalur Gaza sejak 7 Oktober telah meningkat menjadi 25.700 orang, dengan tambahan 63.740 orang terluka.

Selain itu, kekhawatiran global telah muncul mengenai penggunaan makanan sebagai senjata perang melawan warga Palestina di Gaza.

Ketika Gaza mengalami pendarahan dan kelaparan, Erdan sekali lagi berperan sebagai korban, dengan menyatakan bahwa dengan melakukan gencatan senjata, Hamas akan tetap berkuasa.

"Ini bukanlah perang yang dipilih Israel. Tapi kami akan mempertahankan masa depan kami sama seperti Anda masing-masing membela masa depan negara Anda," kata Gilad Erdan pada 24 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.

Baca Juga: PM Benjamin Netanyahu Terang-terangan Ingin Hapus Palestina, Indonesia: Ini Sangat Berbahaya!

Dengan kehadiran Menlu Iran pada pertemuan dewan keamanan, Erdan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk kembali menegaskan narasi Israel atas dugaan ancaman Iran.

"Limpahan konflik tidak terjadi secara ajaib. Itu sudah direncanakan dan diinstruksikan," lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Mayadeen English

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X