Dalam sebuah video yang emosional, dia berkata tentang jaket persnya,
"Ini terakhir kali Anda melihat saya dengan rompi yang berat dan bau ini," katanya dalam sebuah video perpisahan.
Setidaknya 25.295 warga Palestina, terutama perempuan dan anak-anak, telah dibunuh oleh Israel sejak operasi militer dimulai setelah serangan Hamas yang menewaskan 1.140 orang.
Sejak 9 Oktober, Gaza telah terjerumus ke dalam krisis kemanusiaan, karena Israel memutus semua pasokan air, bahan bakar, listrik, dan makanan untuk Jalur Gaza.
Badan-badan internasional dan kelompok hak asasi media telah memperingatkan bahwa perang tersebut merupakan salah satu perang paling berdarah yang pernah dialami jurnalis.
Baca Juga: KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 Siap Berlayar ke Gaza, Kasal: Tinggal Tunggu Izin Mesir
Menurut Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), 83 jurnalis dan pekerja media telah dipastikan tewas, sebagian besar adalah warga Palestina, sementara kelompok hak asasi Euro Med Monitor mencatat 119 jurnalis tewas di Gaza.
Artikel Terkait
Curhat Jurnalis Palestina Motaz Azaiza di Gaza: Situasi Kami Lebih Mengerikan dari yang Anda Bayangkan
Cuitan Satir Motaz Azaiza di Tengah Bombardir Israel di Gaza: Tidak Perlu Repot-repot Boikot
100 Hari Agresi Israel ke Gaza, Abu Ubaidah Sebut Kelompok Perlawanan Bakal Perluas Operasi Badai Al Aqsa
108 Hari Perang, Lebih dari 25.000 Orang Syahid di Gaza Akibat Kampanye Genosida Israel
Indonesia Desak Dewan Keamanan PBB Ambil Tindakan di Gaza: Apa 25 Ribu Nyawa Melayang Terlalu Sedikit?